Sementara pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atau EBITDA (Earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization) tercatat sebesar Rp19.468,7 Miliar atau naik 40,2 persen, dengan margin EBITDA 41,6 persen pada 2022.
Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4.723,4 miliar. Pelanggan seluler meningkat 62,5 persen menjadi 102,2 juta dengan pertumbuhan lalu lintas data sebesar 91,8 persen di tahun 2022. Kondisi ini berkontribusi pada kenaikan pendapatan data sebesar 61,3 persen dibanding tahun sebelumnya.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengatakan, seluruh indikator menunjukkan hasil yang positif karena sinergi pelanggan dan pemangku kepentingan.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan berkontribusi pada pertumbuhan industri telekomunikasi dan ekonomi digital Indonesia di masa depan," kata Vikram saat temu media di Balikpapan, Kamis (16/2/2023) malam.
Selain itu, cakupan jaringan juga meningkat seiring dengan peningkatan jumlah BTS 4G yang mencapai 137 ribu, sehingga mampu menangani peningkatan trafik yang tinggi.
IOH juga masih memperluas jaringan 5G yang kini telah menjangkau delapan kota yakni Jakarta, Karawang, Bandar Lampung, Surakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Bali.
Pelanggan IOH di Regional Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kalisumapa) tercatat mengalami peningkatan 56 persen per akhir Desember 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. BTS 4G di Regional Kalisumapa juga meningkat 88 persen pada akhir Desember 2022 dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal tersebut berpengaruh pada peningkatan pengguna layanan 4G IOH di Regional Kalisumapa sebesar 52 persen dengan lalu lintas data yang meningkat 62 persen di periode yang sama.
"Kami optimistis dan akan terus menghubungkan serta memberdayakan masyarakat Indonesia dengan mempercepat transformasi digital Indonesia," pungkas Vikram.
Editor: Aspian Nur