Inflasi di Kalimantan Timur Tinggi karena Tiga Faktor Ini
2 menit baca973 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Provinsi Kalimantan Timur mengalami inflasi disejumlah sektor berdasarkan pantauan dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Satu diantara penyebab terjadinya inflasi terletak pada indikator perkembangan indeks harga konsumen di bulan Januari 2023 yang dihitung berdasarkan indeks harga konsumen tahun dasar 2018.
Pada bulan Januari 2023 di Samarinda terjadi inflasi bulanan dan inflasi kalender, masing-masing sebesar 0,44 persen dengan laju inflasi tahun ke tahun sebesar 4,73 persen.
Sedangkan di Balikpapan mengalami inflasi bulanan dan kalender yang lebih rendah yaitu sebesar 0,41 persen dengan laju inflasi tahun ke tahun sebesar 5,09 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana Nababan kepada Korankaltim.com Rabu (1/2/2023) menjelaskan hal ini, dimanya dirinya menyebutkan terkait 11 kelompok pengeluaran dan andilnya tehadap penghitungan inflasi pada bulan Januari 2023.
"Dari 11 kelompok pengeluaran, sembilan kelompok mengalami inflasi dan dua kelompok mengalami deflasi (penurunan harga)," kata Yusniar.
Tiga kelompok yang mengalami inflasi yang cukup tinggi yaitu makanan, minuman dan tembakau yang mencapai 1,34 persen, menyumbang angka tinggi dalam perhitungan bulanan yang mencapai 0,374 persen.
Kemudian kelompok penyedia makanan dan minuman (restoran) dengan inflasi sebesar 1,08 persen. Serta Kelompok rekreasi dan budaya dengan inflasi 0,71 persen. Sedangkan perhitungan bulanan 0,1018 persen.
Yang ketiga adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi sebesar 0,0251 persen.
"Jika dilihat secara tahunan atau year on year kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 1,5718 persen, posisi kedua ada transportasi sebesar 1,4459 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,7624 persen," ujar Yusniar lagi.
Lima komoditas penyumbang inflasi atau deflasi Januari 2023 bulan ke bulan terdapat beras, ikan layang/benggol, nasi dengan lauk, tukang bukan mandor, emas perhiasan.
Sedangkan dari tahun ke tahun ada bensin, mobil, rokok kretek filter, nasi dengan lauk dan beras. Sedangkan komoditas penyumbang deflasi pada Januari 2023 bulan ke bulan ada angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, bayam, kacang panjang.
Untuk tahun ke tahun ada cabai rawit, bayam, cabai merah, angkutan udara, daging ayam ras. "Perubahan harga yang terjadi pada 12 kabupaten/kota IHK di Pulau Kalimantan menunjukkan bahwa terjadi inflasi di 11 cakupan IHK Kalimantan dan hanya satu wilayah yang mengalami deflasi," urainya.
Inflasi tertinggi tadi di Singkawang sebesar 0,45 persen dengan IHK 113,62, sedangkan inflasi terendah terjadi di Sampit yakni sebesar 0,11 persen dengan IHK 117,11. Untuk daerah yang mengalami deflasi yakni Tanjung Selor sebesar 0,04 persen dengan IHK 113,19 persen.
Editor: Aspian Nur










