“Perbaikan harga dipengaruhi karena CPO (Crude Palm Oil) di pabrik-pabrik mulai kosong, lantaran aktivitas ekspor sudah mulai lancar,” jelas Daru.
Diprediksi sampai akhir tahun 2022 ini harga TBS dapat kembali menyentuh angak Rp2.500 untuk setiap kilogram. Angka tersebut memang diakuinya belum bisa mengembalikan harga TBS kepada angka yang dianggap normal, yaitu di angka Rp3 ribu per kilogramnya.
“Tapi melihat aktivitas ekspor di perusahaan sudah mulai normal, maka kami optimis perbaikan harga dapat terus berlanjut,” sambungnya.
Saat ini, dalam periode 1 hingga 15 Desember, harga yang diatur oleh Dians Perkebunan menunjukkan angka Rp2.426 untuk tiap kilogram TBS yang dijual. ANgka tersebut lebih rendah dibanding harga yang berlaku di kalangan petani swadaya yang berada di angka Rp2.700 per kilogramnya. “Karena memang ada beberapa perusahaan yang membeli harga TBS dari petani dengan angka yang lebih tinggi,” ujarnya lagi.
Namun diakuinya, harga TBS yang berlaku per Desember ini belum bisa dinikmati seluruh petani yang ada di Kaltim. Misalnya di Berau yang disebutkannya masih berada pada angka Rp1.800 per kilgram untuk harga beli TBS.
“Angka itu kan sangat jauh dari ketetapan pemerintah. Jadi kami harap semua daerah bisa merasakan peningkatan harga yang sama, sesuai dengan yang sudah ditetapkan pemerintah,” pungkas Daru.
Penulis */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur