“Karena nilai ekspor ke beberapa negara tujuan utama mengalami kenaikan,” terang Yusniar.
Tiongkok misalnya, menjadi negara tujuan ekspor dengan nilai perdagangan yang nyaris menyentuh angka satu miliar, atau tepatnya 999,41 Juta US Dollar. EKspor ke Tiongkook mengalami kenaikan sebesar 32,37 persen dibanding Agustus 2022.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada ekspor Kaltim yang ditujukan ke Uni Eropa. Nilai ekspor Benua Etam ke Uni Eropa mencapai 134,75 Juta US Dollar atau mengalami kenaikan sebesar 77,95 persen.
“Jadi ada kenaikan 59,03 Juta US Dollar untuk ekspor ke Uni Eropa,” imbuhnya.
Sementara untuk ekspor ke kawasan Asia Tenggara justru mengalami penurunan. Ekspor Kaltim ke negara-negara anggota ASEAN tersebut mengalami penurunan sebesar 13,46 persen.
Nlai ekspor ke Asia Tenggara berada apda angka 570,60 JUta US Dollar atau turun sebesar 88,74 Juta US Dollar dibanding Agustus 2022.
Di luar 13 negara tujuan tersebut ada 232,9 Juta US Dollar transaksi yang dilakukan Kaltim dalam aktkvitas ekspornya ke berbagai negara lain. Sehingga pada September 2022, total ekspor Kaltim untuk komoditas nonmigas mencapai 3.080,58 Juta US Dollar, atau mengalami penurunan sebesar 6,50 persen.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur