Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Made Yoga Sudharma mengatakan pertumbuhan kredit di Kaltim tak lepas dari inovasi yang dilakukan sejumlah pihak, termasuk OJK Kaltim sendiri.
“Kami punya website di www.kurkaltim.com, yang dibentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Ini untuk memudahkan masyarakat Kaltim untuk dapat informasi soal KUR, termasuk proses pengajuannya,” jelas Made.
Melalui portal www.kurkaltim.com, ada Rp29,79 miliar total KUR yang berhasil disalurkan kepada 290 debitur. Data tersebut diambil hingga 14 November 2022 lalu.
Pertumbuhan KUR juga didukung oleh sejumlah kebijakan pemerintah daerah, seperti Kredit Kukar Idaman (KKI) yang dibentuk Pemkab Kutai Kartanegara. Sebanyak Rp3,32 miliar yang disalurkan kepada 212 debitur per Oktober 2022 lalu. “Lalu ada juga Kredit Bertuah sebesar Rp572 juta untuk 29 debitur per Oktober 2022 lalu,” sambungnya.
Sementara itu dari lima daftar bank yang bertindak sebagai penyalur kredit di Kaltim, Bank Rakyat Indoneisa (BRI) menjadi bank dengan distribusi KUR terbesar, dengan persentase sebesar 64 persen dari total KUR yang disalurkan.
Sementara untuk Bank Mandiri memberikan peranan sebesar 15 persen, diikuti Bank Negara Indonesia (BNI) dengan kontribusi 12 persen. “Ada juga bank daerah Bank Kaltimtara juga memberikan peran sebesar 5 persen,” tutupnya.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur