Latihan patut dilakukan selain mitigasi berbagai potensi bahaya yang mungkin terjadi. Mengingat perusahaan yang bergerak di industri pengolahan minyak memiliki risiko sangat tinggi.
Menurut Arjon, pencegahan menjadi hal yang utama melalui penerapaan aspek-aspek kesehatan dan keselamatan kerja atau Health Safety Security & Environment (HSSE) yang ketat. Namun, kesiapsiagaan merupakan hal yang juga tak kalah penting untuk dilakukan.
"Kilang ini adalah salah satu objek vital nasional yang memasok sekitar 26 persen kebutuhan nasional. Apabila ada kendala maka akan ada potensi masyarakat terganggu pasokan bbm-nya," sebut Arjon.
PT KPI Unit Balikpapan mengajak semua para pemangku kepentingan untuk koordinasi dan mendapatkan masukan terhadap tindakan-tindakan yang akan diambil oleh Pertamina bila menghadapi suatu situasi keadaan bahaya.
"Para stakeholder tentunya dapat memberikan masukan terhadap skenario yang telah kami susun dan mungkin memberikan cara pandang yang berbeda," tuturnya.
Rencana latihan keadaan bahaya mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina yang menyebut latihan kesiapsiagaan wajib dilakukan minimal 6 bulan sekali untuk mempersiapkan seluruh elemen baik dari internal maupun dari eksternal Pertamina.
"Latihan juga penting agar masyarakat di sekitar operasional Pertamina bisa mengetahui langkah-langkah yang akan mereka lakukan jika terjadi hal-hal tidak diinginkan," terang Silvia.
Sementara Area Manager Communication, Relations & CSR KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin menyampaikan bahwa latihan keadaan darurat merupakan kegiatan tahunan.
"Tahun ini, kami mencoba melibatkan para pemangku kepentingan yang lebih besar diantaranya Kepolisian, TNI, KSOP, Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya," imbuhnya.
"Kami juga akan melibatkan mitra binaan kami Kelompok Kampung Siaga Bencana Keluarahan Margasari dan Kelurahan Baru Tengah. Namun tentu kita berharap, kita semua terhindar dari bahaya-bahaya yang tidak kita inginkan," tutup Chandra. (*/kk)