Namun, meskipun Diskop UKM menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) leading sektor, nyatanya pembinaan UMKM ini bisa dilakukan secara lebih luas oleh instansi atau badan pemerintahan lainnya. Oleh karena itu, Diskop UKM berharap semua pihak bisa melakukan hal yang sama yakni melakukan pembinaan UMKM.
“Terkait pembinaan UMKM ini kita lihat realitas di lapangan, saat ini banyak OPD atau instansi yang membina, hampir semua sektor membina UMKM, terkait dengan institusi pemerintah daerah khususnya Kutai Kartanegara ada beberapa, di antaranya Dinas Perdagangan dan Perindustrian pastinya. Kemudian ada Dinas Kepemudaan dan Olahraga,” kata Tajudin.
Selain menumbuhkan wirausaha baru, tugas yang juga utama harus dilakukan Diskop UKM adalah pembinaan. Tajudin menegaskan pihaknya punya empat strategi sasaran untuk upaya pembinaan terhadap seluruh UMKM se-Kukar ini.
“Pertama, menumbuhkan wira usaha baru yang ada di wilayah Kukar. Kedua, sasaran kita adalah penguatan kapasitas kualitas dan kuantitas dari UMKM itu sendiri. Ketiga terkait dengan akses permodalan ini program Pak Bupati melalui KKI (Kredit Kukar Idaman). Keempat, akses pasar dari pelaku UMKM salah satu yang kita lakukan untuk ini adalah digitalisasi di samping juga melalui expo,” pungkas Tajudin. (*hei)