Rencana wisata susur teluk menggunakan Kapal Pinisi dapat dinikmati wisatawan pada pertengahan Oktober 2022 ini.
Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Abdul Majid mengatakan pihaknya akan menjual paket liburan untuk menikmati keindahan alam Balikpapan. “Kami akan jual paket, bukan hanya teluk tapi potensi di dalamnya karena masyarakat ini banyak sekali bermacam-macam keinginannya. Ada mungkin setengah hari atau 2 jam bahkan menginap. Kami tawarkan ke masyarakat,” ujar Majid kepada Korankaltim.com Sabtu (8/10/2022) pagi tadi.
Bahkan ke depan, jika memungkinkan diadakan kapal pesiar untuk perjalan jauh seperti Balikpapan ke Sulawesi Barat. Namun saat ini pemkot dan investor swasta fokus pada wisata teluk Balikpapan dengan mengelilingi teluk Balikpapan dan mangrove yang didalamnya terdapat Bekantan. “Ini sesuai perencanaan awal kami perlu gali wisata bahari bahkan tiga tahun lalu kami sudah buat kajian karena potensi ini luar besar sekali,” jelasnya.
Sport toursm juga bisa dikembangkan dengan jet ski internaional. "Wisata bahari ini bisa menggerakan ekonomi kota Balikpapan makanya kami menangkap peluang ini karena potensi besar sekali,” jelasnya.
Ketua Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud memberikan apresiasi kepada investor yang mau mengembangkan wisata bahari seperti susur teluk apalagi ini dilakukan oleh orang Balikpapan.
Pihaknya mendorong investor untuk ikut membangkitkan gairah wisata bahari kota Balikpapan. Daya tarik susur teluk Balikpapan menurutnya tidak kalah hebat dengan wilayah lainya.
“Potensi luar biasa bisa lihat sunset disana. Saya mendorong kepada investor atau masyarakat untuk melihat peluang dengan potensi Balikpapan yang luar biasa,” ujar Nurlena.
Pemerintah kota bersama swasta dan masyarakat untuk sama-sama membangun potensi ekonomi baru dengan menyajikan konten-konten yang menarik seperti susur teluk yang dekat dengan IKN.
“Jadi kami bisa melihat hutan mangrove yang ada bekantan di teluk Balikpapan di Somber setelah itu kami susuri sampai pulau Balang. Lalu kami susuri lagi ke belakangnya seperti pulau Raja Ampat. Walaupun cuma ada beberapa pulau yang kami putari tapi sangat cantik di situ ada pohon mangrove yang oksigen bagus dibutuhkan,” ujarnya.
Kapal Pinisi diperkirakan akan di Balikpapan pada 12 Oktober pekan depan. Pemilik Kapal Pinisi Riduan mengatakan dari uji coba pengenalan wisata susur teluk dengan kapal pinisi dua bulan lalu selama sebulan, respon masyarakat sangat tinggi. “Respon yang kami terima dari masyarakat Balikpapan sangat antusias karena disini belum pernah ada,”kata Riduan.
Peluang itu ditangkap Riduan yang berani membeli kapal Pinisi dari Labuan Bajo untuk wisata bahari Kota Balikpapan. Pengembangan wisata ini akan didukung pemerintah kota Balikpapan.
“Idealnya 40 sudah ideal lah itu. Nanti didalamnya ada 3 kamar VIP. Kita belum tetapkan tapi diperkiraan penumpang dikenakan 150-165 ribu rupiah per pax. Nantinya ada welcome drink, kami siapkan paket makan malam atau makan pagi untuk trip pagi atau sore. Mungkin kami pakai dua trip nanti pagi dan sore,” pungkas Riduan.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur