"Rehab DAS merupakan pemenuhan kewajiban yang harus kami lakukan berkaitan dengan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH)," kata Krisna saat kunjungan bersama SKK Migas dan Dinas Lingkungan Hidup Kaltim ke Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Manggar, Jumat (7/10/2022) sore kemarin.
Menurut Krisna, rehabilitasi DAS agar memberikan dampak yang positif bagi lingkungan dan masyarakat. "Sehingga bisa mendorong pertumbuhan sektor ekonomi," ucapnya.
PHM diberi kepercayaan untuk melakukan penanaman dengan luas tanam 2.189 hektare. Hasilnya sudah tertanam 1.129,82 hektare, dimana lokasi DAS Kendilo yang dimaksud berada di Desa Suweto dan Desa Saing Prupuk, Kabupaten Paser.
Bibit pohon yang ditanam adalah jenis kayu-kayuan seperti mahoni, jabon, meranti, sengon hingga bengkirai. Termasuk bibit yang masuk kategori Multi Purpose Tree Species (MPTS) yakni durian, cempedak, nangka, mete hingga gaharu dan sukun. "Progres penanaman hingga 2022 sebanyak 1.367.104 tanaman," jelas Krisna.
Sementara Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko mengapresiasi upaya PHM dalam rehabilitasi DAS Kendilo. "Kegiatan ini sangat penting karena Kendilo merupakan satu dari dua DAS kritis di Indonesia," ucap Rudi.
Terlebih program yang dilaksanakan PHM hingga 2025 itu sejalan dengan upaya SKK Migas dalam mendukung usaha mengurangi polusi dan meningkatkan penyerapan karbon.
Bahkan kegiatan penanaman pohon di DAS dan lahan kritis menjadi salah satu key performa indicator (KPI) SKK Migas. Di mana target penanaman 1,7 juta pohon pada tahun ini dengan melibatkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). "Saya dengar PHM mencanangkan menanam 600 ribu pohon pada akhir tahun ini," sebutnya.
Disisi lain, terpilihnya TPAS Manggar sebagai lokasi kunjungan karena di sini juga terdapat kelompok Waste to Energy for Community alias Wasteco yang merupakan kelompok masyarakat binaan PHM yang mengelola pemanfaatan gas metana.
"Saya sudah melihat di beberapa tempat bahkan ke TPA di Kalsel hingga Jogja. Di sana belum seperti ini. Gas bisa dimanfaatkan untuk masyarakat," ungkap Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur, Ayi Hikmat.
Dirinya menyebut telah terjadi simbiosis mutualisme antara DLH Balikpapan melalui UPTD TPAS Manggar dengan PHM dan masyarakat sekitar. Gas metana yang berasal landfill sampah dapat diolah dan dikelola masyarakat sebagai bahan bakar selain elpiji.
"Kalau studi banding, sebaiknya ke Balikpapan saja, nggak usah ke daerah lain, di sini (TPAS Manggar) juga diresmikan Presiden Jokowi, artinya memang sudah bagus," jelas Ayi.
Untuk diketahui, volume sampah di TPAS Manggar sebanyak 132,182 ton per tahun. Timbunan sampah di landfill memiliki potensi gas metana sebesar 2.261.253 meter kubik per tahun.
Gas metana sebagai energi terbarukan digunakan sebanyak 462.680 meter kubik per tahun. Manfaatnya dirasakan 277 Kepala Keluarga (KK) dari empat Rukun Tetangga (RT) sekitar TPAS Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.
Penulis: Hendra
Editor: Aspian Nur