Ketua Kelompok Joglo Tani Kolong Langit Muhtadin mengatakan para petani dan peternak mendapatkan binaan langsung dari ENI Muara Bakau yang merupakan salah satu perusahaan hulu migas.
"Yang jelas peternakan, perkebunan dan perikanan. Lengkap di sini," kata Muhtadin kepada Korankaltim.com Kamis (6/10/2022) sore kemarin.
Menariknya, para petani tak cuma menawarkan hasil panen secara konvensional. Mereka juga memanfaatkan daring khususnya media sosial. "Hasil telur dan buah-buahan kami posting, sudah ada yang pesan. Kami banyak tawarkan di Facebook dan Whatsapp. Pembelinya banyak lokal, tapi ada juga dari Banjarmasin," sebutnya.
Pembinaan dalam literasi digital juga berjalan maksimal untuk pemasaran hasil produksi pertanian dan peternakan. "Segi pemasaran, Alhamdulillah tidak ada kendala," ucapnya.
Tak cuma itu, ENI Muara Bakau juga memberikan bantuan permodalan berupa dana bergulir sekira Rp50 juta kepada Joglo Tani Kolong Langit. Manfaat dari bantuan itu sangat dirasakan.
"Contoh mau tanam melon, kan perlu modal. Panen juga butuh modal. Dana bergulir diberikan ke petani tergantung kebutuhan. Kalau sudah dikembalikan, dipinjamkan lagi ke petani yang lain. Misal buat beli bibit, beli pupuk," tutur Muhtadin.
Kendati telah mendapat pembinaan dari ENI Muara Bakau, Joglo Tani Kolong Langit masih membutuhkan bantuan berupa peralatan modern guna memaksimalkan produktivitas. "Sekarang bukan lagi zamannya pakai cangkul, disiram pakai gayung," ucapnya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono mengapresiasi langkah ENI Muara Bakau yang memberikan pembinaan dalam sektor pertanian dan peternakan.
"Mudah-mudahan bisa menginspirasi kelompok masyarakat dan perusahaan yang lain, bahwa dengan bermitra secara baik dan benar, itu bisa menghasilkan produktivitas yang luar biasa," kata Sunggono.
Kedatangan Sunggono di Joglo Tani Kolong Langit turut didampingi Camat Samboja. Tampak pula Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, jajaran SKK Migas Wilayah Kalimantan-Sulawesi dan pihak ENI Muara Bakau.
Mereka berkesempatan keliling ke kawasan Joglo Tani Kolong Langit. Melihat rumah pembibitan, peternakan ayam petelur, kemudian menanam bibit pohon buah dan memanen melon merlin yang kebunnya dipadukan dengan cabai.
"Adanya pertanian terpadu, menurut saya, ini dipoles saja sedikit bisa jadi kawasan wisata agro, termasuk menjadi wisata edukasi dan memotivasi bahwa pertanian adalah bidang profesi yang patut dibanggakan," tandas Sunggono.
Penulis: Hendra
Editor: Aspian Nur