Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana menyebut bahwa tenaga kerja paling banyak terserap melalui sektor perdagangan pada tahun 2022. “Persentasenya 20,55 persen dari total pekerja yang ada di Kaltim,” terang Yusniar.
Selanjutnya pada posisi kedua, sektor pertanian mendominasi serapan tenaga kerja dengan persentase 20,19 persen, diikuti oleh sektor industri pengolahan sebesar 8,72 persen.
Sementara itu sektor pertambangan, sebagai leading sectors dalam perekonomian Kaltim relatif lebih sedikit dalam penyerapan tenaga kerja.
“Ini membuktikan bahwa sektor tersebut bersifat capital-intensive,” lanjutnya.
Melihat dari status pekerjaan, pada tahun 2022 separuh tenaga kerja di Kaltim bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai. Sebesar 49,97 persen penduduk Kaltim bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai/ Sedangkan 19,24 persen lainnya bekerja dalam sektor usaha sendiri.
Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, Samarinda memiliki persentase TPT tertinggi sebesar 8,16 persen. Angka ini di atas rata-rata provinsi Kaltim yang berada di angka 6,83 persen. Tingkat pengangguran paling rendah ada di Penajam Paser Utara (PPU) dengan persentase sebesar 2,95 persen.
Penulis: */Permata S rahayu