Kepala Disdag Balikpapan Arzaedi Rachman Kamis (11/8/2022) siang tadi kepada Korankaltim.com menjelaskan, mereka berencana melakukan survei ke lapangan hingga ke tingkat pengecer untuk mencari tahu masalah kelangkaan elpiji tiga kilogram ini.
Disdag Balikpapan ingin menertibkan pengecer yang nakal terutama yang menjual tabung gas diatas harga normal agar pengecer tidak menentukan harga seenaknya.
"Kami akan melakukan survei di lapangan untuk mengetahui pengecer mendapatkan tabung gas tiga kilogram dari mana dan berapa harganya. Kalau nanti dia memang benar dapat di pangkalan itu harga Rp18 ribu tapi dia jual dengan harga yang tinggi Rp40 ribu, rumusnya dari mana?," papar Arzaedi bertanya-tanya.
Disdag tidak memiliki wewenang untuk mengatur para pengecer karena sesuai aturan harga eceran tertinggi hanya ditetapkan di tingkat pangkalan. Karena itu mereka hanya bisa memberikan sebatas himbauan agar tidak menjual dengan harga yang terlalu tinggi.
Namun dari hasil peninjauan lapangan bisa dijadikan patokan memastikan stok elpiji yang dimiliki oleh pengecer, apakah benar sesuai regulasi atau tidak ketika mendapatkannya dari pengkalan.
"Misalnya ada pengecer di timur jangan mengambil barang di utara, nanti kami akan tertibkan nanti, nanti untuk pengaturannya itu memang merupakan wewenang dari Pertamina dan Hiswana Migas," tutup Arzaedi.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur