Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menyebut hasil tambang yang tergolong dalam sektor non migas memberikan peranan sebesar 92,20 persen, bersama dengan hasil industri dan hasil pertanian.
“Jadi ada tiga komoditas yang masuk di sektor non migas. Dalam ekspor Kaltim periode Januari-Juni, tambang itu menyumbang 75,50 persen, hasil industri 16,69 persen dan hasil pertanian 0,01 persen dari total ekspor Kaltim,” beber Yusniar.
Eskpor produk hasil tambang mengalami peningkatan sebesar 15,62 persen dibanding Mei 2022. Hal tersebut membuat hasil ekspor tambang mengalami peningkatan dari 2.349 juta US Dollar pada Mei 2022, menjadi 2.716 US Dollar di Juni 2022.
Sementara sektor minyak dan gas (migas) memberikan peranan sebesar 7,80 persen dari total ekspor. Migas menyumbang 295 Juta US Dollar selama Juni 2022, atau meningkat 54,18 persen dibanding Mei 2022 yang mencatat nilai 191,61 Juta US Dollar.
Dalam perkembangan ekspor, peranan pelabuhan bongkar muat tentu sangat besar. BPS Kaltim mencatat setidaknya ada tiga pelabuhan di Kaltim yang memberikan sumbangan besar terhadap total nilai ekspor Kaltim selama Juni 2022.
“Pelabuhan dengan sumbangan terbesar yakni Samarinda, Balikpapan, dan Tanjung Bara di Kutai Timur,” imbuhnya.
Pada Juni 2022, Pelabuhan Samarinda mencatat aktivitas bongkar muat senilai 1.015 Juta US Dollar, disusul Pelabuhan Balikpapan dengan nilai 935,66 Juta US Dollar, dan Pelabuhan Tanjung Bara sebesar 650,50 US Dollar.
“Tiga pelabuhan ini memberikan kontribusi sebesar 70,75 persen dari total 5 pelabuhan bongkar yang ada di Kaltim,” sambung Yusniar.
Sedangkan, untuk periode Januari hingga Juni 2022, nilai ekspor yang terjadi di pelabuhan Samarinda menjadi yang tertinggi dengan capaian 4.294 Juta US Dollar atau 26,85 persen dari total kontribusi pelabuhan-pelabuhan bongkar muat yang ada di Kaltim.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Supiansyah