"Penanaman sekitar 40 hari. Akhirnya, alhamdulillah panen perdana," kata Abdal sembari memegang selada dan sawi daging atau pokcoi yang baru dipanen, Rabu (13/7/2022).
Kebun sayur ditempatkan di Green House Rosela yang merupakan lokasi pengelolaan budi daya tanaman pangan hidroponik dan tanaman obat keluarga. Merupakan bagian dari program Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
"Warga bisa menanam di atas laut dan akhirnya bisa panen juga. Syukur alhamdulillah," sebutnya.
Dipilih selada dan sawi daging karena perawatan yang tergolong mudah. Selain juga sayuran hidroponik dari jenis tersebut cukup populer di kalangan masyarakat.
Abdal melibatkan sekitar 10 kaum ibu yang merupakan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di lingkungan RT 30 Kelurahan Margasari. Hasil panen perdana diberikan kepada warga sekitar.
"Perawatan tidak susah, yang penting nutrisi untuk tanaman dijaga. Mudah-mudahan bisa dijadikan oleh masyarakat sebagai mata pencaharian," harapnya.
Lurah Margasari, Ride cukup kagum dengan hasil dari upaya warga yang mampu menanam hidroponik, bahkan hingga panen. Mengingat pemukiman atas air berada di atas laut.
"Ini menjadi unik karena bisa panen sayur di atas laut. Tentunya memberikan nilai tambah tersendiri," kata Ride yang menghadiri panen perdana.
Sehingga melalui program ini bisa memberi edukasi kepada masyarakat bahwa berkebun di atas laut bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dilakukan.
"Walaupun bukan di daratan, bisa bercocok tanam di atas laut," tukasnya.
Di tempat yang sama, Area Manager Communication, Relations & CSR KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin menjelaskan, sayuran hidroponik merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan.
"Memang inisiasi pembuatan tanaman hidroponik dari kelompok masyarakat. Tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan gizi keluarga terlebih dahulu," terang Chandra.
Sementara keberadaan TPST Margasari sudah berlangsung selama lima tahun dengan berbagai program berkelanjutan. PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) Unit Balikpapan memberikan pembinaan mulai dari pengelolaan sampah, pengolahan minyak jelantah sampai tanaman sayur hidroponik.
"Awalnya kita sosialisasikan agar masyarakat tidak membuang sampah, kemudian berkembang ke program ekonomi. Kali ini kita kembangkan di bidang hidroponik," tutupnya.
Penulis: Hendra
Editor: Supiansyah