Ketua Dekranasda Kukar, Maslianawati Edi Damansyah kepada awak media yang hadir mengatakan, diharapkan upaya bersama untuk meningkatkan produk UMKM asli daerah ini jangan hanya sekedar wacana, tetapi tetap berkelanjutan dan apa yang menjadi kekayaan asli daerah harus dipromosikan disini.
“Semua kekayaan kita tetap berkelanjutan dan yang ada di seluruh kecamatan yang ada di Kukar itu bisa kita tahu di etalase sini, Barang (kerajinan, Red) yang ada di sini memiliki arti masing-masing,” katanya.
Maslianawati menyebutkan momen kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah yang disambut baik oleh masyarakat Kukar. Diharapkan kedepannya upaya ini juga bagian bagaimana para pelaku UMKM semua bisa menyambut IKN.
“Jadi kita jangan nengok keluar, kita promokan apa yang kita miliki di dalam, kita kaya dengan kekayaan kita sendiri, harus kita pertahankan baik itu seperti ciri khas makanan ringan, pengrajin dan seni budayanya,” ucapnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Arfan Boma menambahkan, para pengrajin dan kelompok masyarakat yang tergabung ini diharapkan supaya ada peningkatan kapasitas baik itu keaneka ragaman produknya dan kemampuan para pengrajin asli Kukar untuk bisa bersaing.
“Supaya bagaimana mereka produknya bersaing, kita intervensi dan penetrasi di peningkatan kapasitas pelakunya maupun keanekaragaman dari produk kreatifitas mereka. Ini akan kita proteksi dalam rangka supaya bersaing dan kita proteksi seperti sertifikasinya. Terkait promosi dan penyebarluasan informasi yang sifatnya global, ini kita sudah miliki dan kita coba kembangkan kembali. Langkah ini upaya kita supaya mereka bersaing, terproteksi dan bisa dikenal luas oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kukar Edi Damansyah menegaskan bahwa hari ini Dekranasda Kukar resmi diaktifkan. Ini merupakan awal kita memfasilitasi pelaku usaha mikro. Maka dari itu kawasan ini ditetapkan menjadi binaan Dekranasda Kutai Kartanegara dibawah naungan Disperindag Kukar.
“Sudah dua tahun setengah ini kita persiapkan, namun belum bisa dibuka dan hari ini kita meninjau ini didampingi Kadisperindag provinsi dan Kadisperindag Kukar untuk memastikan bahwa pelaku usaha mikro yang 2,5 tahun lalu terpilih untuk menetap di kios dekranasda. Kan tidak bisa semuanya yang terfasilitasi disini, konsepnya kita berharap semua yang dapat tempat disini itu semua mengakomodir saudara-saudara yang satu rumpun kegiatannya supaya dia terwadah di sini,” tegasnya.
Bupati menyatakan meski sudah berfungsi, namun bukan berarti tidak semua barang yang diproduksi ditimbun disini. Namun ini menjadi wadah untuk mengakomodir mempromosikan dan menjual produk asli olahan para UMKM asli Kukar.
“Saya minta aktifkan ini, karena ini menjadi salah satu tujuan kalau ada wisatawan yang datang ke Tenggarong, jadi kawasan ini menjadi tempat tujuannya. Ini jadi salah satu dasar kawasan ini kita hidupkan kembali,” pungkas Edi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah