Analis Perekonomian dan SDA Setda Bontang, Anita Istiqahor mengatakan hal tersebut merupakan upaya pemerintah dan Pertamina mengatasi penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran.
Untuk di Bontang sendiri, lanjut Anita, kuota BBM pada 2022 ditetapkan Pertamina hanya sebanyak 15.933 kiloliter atau 5.626,68 ton. Namun konsumsi BBM masyarakat tercatat membengkak 4,3 persen, terhitung sejak Januari-April lalu.
“Sudah 5.464 kiloliter (1.929,60 ton), over 4,3 persen (82,9 ton) dari asumsi konsumsi BBM yang ditetap Pertamina, itu belum dihitung bulan Mei dan Juni ini,” kata Anita kepada awak media, Selasa (28/9).
Dengan penerapan subsidi tertutup tersebut agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran. Disinggung soal berapa jumlah masyarakat yang sudah terdaftar, Anita bilang tidak memiliki datanya. Ia beralasan sistem penginputan dikelola langsung pihak Pertamina.
“Pendaftarannya kan online, adminnya dari Pertamina langsung,” bebernya. Pemerintah hanya akan diberikan rekapan total setelah proses pendaftaran ditutup pada 2 Juli mendatang.
“Pendaftaran sudah dibuka 20 Juni lalu, dan ditutup 2 Juli mendatang,” pungkasnya.
Penulis: */Romi Ali Darmawan
Editor: Supiansyah