Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Nelayan Berdasi yang merupakan mitra binaan CSR Pertamina dan diikuti 25 pelaku UMKM di Kelurahan Kariangau dan mitra binaan CSR Pertamina lainnya seperti PAWON (Posyandu Semarak Ceria 68), Kelompok Patra Janaka (Kampung Toga) dan Kelompok Auroria (Program IWATIK).
Mewakili Integrated Terminal (IT) Manager Balikpapan Catur Yogi Prasetyo berharap pelatihan strategi pemasaran produk UMKM ini dapat memberikan pencerahan, ilmu dan support kepada pelaku UMKM dalam mengatasi permasalahan mengenai branding dan marketing produk.
“Permasalahan pelaku UMKM di Kelurahan Kariangau ini adalah branding dan marketing produk, maka dari itu kami melalui program PERTAMINA BERDIKARI ini mencoba memberikan support kepada pelaku UMKM agar lebih maju, berkembang dan berdaya sehingga bisa bersaing dengan produk UMKM lainnya,” ujar Catur dalam rilis yang diterima korankaltim.com, Senin (27/6/2022).
Narasumber dalam pelatihan ini berasal dari Binaan Rumah BUMN yaitu Amiroh selaku Owner UMKM Produk Abon Asin Layur yang telah sukses meraih banyak prestasi dan berhasil melakukan pemasaran produk hingga skala nasional.
“Pelaku UMKM itu harus berani mengambil resiko, namun ada beberapa strategi yang harus dikuasai oleh pelaku UMKM sebelum bersaing dengan produk lainnya, seperti mereka harus mampu menguasai product knowledge, mampu membuat strategi dan target konsumen, memahami perilaku konsumen, memperluas jejaring bisnis dan pertemanan, selalu mau belajar dan bersikap optimis pantang menyerah,” ungkap Amiroh.
Di satu sisi, mewakili Kasi Pemberdayaan Masyarakat Agus yang mewakili Lurah Kariangau, mengapresiasi atas dukungan perusahaan melalui CSR Pertamina di wilayah Kelurahan Kariangau.
“Kami berharap para pelaku UMKM di Kariangau mampu bersaing dengan produk UMKM lainnya sehingga mereka bisa meningkatkan ekonomi keluarga dan bagi Pertamina yang telah mendukung program dan memfasilitasi kegiatan ini saya ucapkan terima kasih banyak semoga bermanfaat dan dapat memberikan solusi untuk permasalahan UMKM di Kariangau,” ujar Agus.
Area Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Susanto August Satria menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan, yang mana Pertamina memiliki kebijakan tatakelola aspek ESG pilar pembangunan ekonomi yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Pemerintah.
"Khususnya tujuan nomor 8 yiatu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua," tutur Satria.
Penulis: Hendra
Editor: Supiansyah