"Data kami acuannya dari teman-teman di Samarinda, Balikpapan dan Berau. Itu memang banyak masyarakat menginap di guest house atau rumah singgah yang dengan low bugdet. Tapi tetap ada yang menginap di hotel berbintang karena juga menyediakan fasilitas lebih," kata Zulkifli kepada Korankaltim.com (Kamis,12/5/2022).
Di sisi lain peningkatan terjadi melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan pemerintah, perusahaan, organisasi dan masyarakat selama Ramadan. Oleh karenanya, Zulkifli membeberkan kebanyakan hotel di Kaltim saat ini mengalihkan pemasarannya tidak hanya terfokus pada hunian namun juga dengan fasilitas jasa kegiatan dan restoran.
"Memang waktu bulan puasa untuk kamar tidak signifikan naiknya cuma pendapatannya itu naik karena kegiatan-kegiatan pemerintah dan masyarakat. Jadi memang segmen markernya itu menawarkan jasa untuk mengadakan kegiatan," bebernya.
Selain itu, ia menambahkan agar management perhotelan di daerah lainnya juga mampu meningkatkan pemasaran, tak hanya dari sektor hunian namun sektor MICE yakni Meeting, Incentive, Convention, Exhibision. Sehingga terjadiny pemerataan perekonomian perhotelan di seluruh daerah.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah