"LSFO merupakan produk bahan bakar yang ramah lingkungan," kata Ely Chandra Peranginangin, Kamis (7/4/2020).
Penggunaan sulfur dari emisi bahan bakar kapal berdampak pada kesehatan dan kelestarian lingkungan. Pertamina, menurut Chandra, turut berpartisipasi dalam upaya mengurangi polusi yang timbul dari penggunaan bahan bakar kapal dengan memproduksi bahan bakar LSFO.
"Penerimaan pasar terhadap produk ini juga cukup baik. Untuk periode Januari sampai dengan Maret 2022, KPI Unit Balikpapan telah mengekspor sekitar 992 ribu barel LSFO dengan 5 kali pengiriman kargo," jelasnya.
Sementara negara tujuan pengiriman kargo meliputi Hongkong, Malaysia dan Singapura. Penerimaan pasar luar negeri menjadi bukti produk Pertamina memiliki standar internasional.
"Ini hal yang terus akan dikembangkan oleh Pertamina," ucap Chandra.
LSFO memiliki keuntungan bagi Pertamina karena berasal dari fraksi residu tetapi dengan proses pengolahan dapat menjadi produk bernilai jual tinggi yaitu bahan bakar kapal. Tentunya juga membuat bisnis kilang semakin menantang ke depan.
"Rencananya, Pertamina akan melakukan pengiriman setiap bulan. Dengan terus menghasilkan produk-produk berkualitas dan sesuai kebututuhan konsumen, Pertamina tentu berharap kilang Unit Balikpapan akan terus tumbuh menjadi kilang yang kompetitif," tutup Chandra.
Penulis: Hendra
Editor: Supiansyah