“Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya nilai ekspor pada semua barang migas,” ungkap Wahid, Minggu (3/4).
Wahid merincikan, untuk komponen barang migas terjadi penjualan dengan nilai 179,71 juta US Dollar atau meningkat sebesar 147,69 persen dibanding nilai ekspor yang diperoleh selama Januari 2022. Kenaikan nilai ekspor barang migas terbesar pada Februari 2022 disumbang oleh nilai ekspor barang gas alam dengan persentase kenaikan hingga 193,79 persen dibanding bulan sebelumnya.
Secara umum, Wahid menyebutkan bahwa kenaikan ekpor barang migas selama dua bulan pertama di tahun 2022 meningkat hingga 250 persen lebih. “Itu kalau dibandingkan dengan periode Januari dan Februari tahun 2021 lalu,” terangnya.
Kendati demikian, peranan barang migas dalam nilai ekspor yang berhasil diperoleh Kaltim masih belum mampu mengalahkan dominasi produk non migas. Barang migas memberikan sumbangsih sebesar 8,16 persen dalam total nilai ekspor Kaltim. Sedangan sisanya, sebesar 91,84 persen merupakan peranan barang non migas yang terdiri dari hasil tambang, hasil industri, dan hasil pertanian.
Kenaikan nilai ekspor juga masih terjadi pada Februari 2022 pada produk non migas. Ekspor untuk produk non migas mengalami kenaikan hingga 81,44 persen dibanding yang terjadi selama Januari 2022. EKspor non migas untuk hasil tambang memberikan peranan hingga 68,35 persen dalam ekspor Kaltim selama periode Januari hingga Februari 2022.
Penulis: */Permata
Editor: Supiansyah