Dominasi pengusaha Cina masih belum terkalahkan oleh pengusaha dari Amerika Serikat (AS) dan India yang menduduki peringkat kedua dan ketiga. Pendiri dan bos Hurun Research Institute, Rupert Hoogewerf, menyatakan, Cina mengalahkan AS dari segi jumlah pengusaha terkaya sejak 2016.
Jika jumlah miliuner AS bertambah 30 persen, maka jumlah miliuner Cina meningkat dua kali lipat. Hoogewerf yang memiliki nama Cina "Hurun" juga menyebutkan Shenzhen, pusat teknologi Cina, telah menjadi kota tempat tinggal terbesar ketiga di dunia bagi para miliuner, diikuti oleh Beijing dan Shanghai.
Beberapa nama pengusaha Cina yang masuk dalam daftar orang terkaya itu adalah Zhong Shanshan. CEO Nongfu Spring tersebut memiliki kekayaan senilai 455 miliar yuan atau setara Rp 1,03 kuadriliun alias terkaya pertama di Cina dan nomor 15 di dunia. Meskipun harta kekayaannya menyusut hampir 100 miliar yuan.
Orang terkaya kedua Cina adalah pendiri ByteDance, Zhang Yiming, dengan nilai kekayaan 340 miliar yuan atau sekitar Rp 765,94 triliun. Tahun sebelumnya pemilik perusahaan pengembang aplikasi video pendek Tik-Tok itu berada di posisi kelima.
Pendiri CATL Zeng Yuqun yang berharta 335 miliar yuan menjadi orang kaya ketiga Cina. CEO Tencent Ma Huateng yang pada tahun lalu berada di posisi orang terkaya kedua, tahun ini harus puas di posisi keempat setelah hartanya menyusut 330 miliar yuan. Pendiri Alibaba Group, Jack Ma, berada di posisi kelima dengan nilai kekayaan 235 miliar yuan.
Sementara itu, bos Tesla Elon Musk asal AS yang juga melebarkan sayap usahanya di Cina menjadi orang terkaya kedua dunia dengan nilai kekayaan 1,29 triliun yuan atau Rp 2,91 kuadriliun, naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sumber: Antara