“Laporan survei triwulan pertama,” kata Darmadi, Jumat (30/7).
Laporan survei tersebut berisi hasil-hasil survei untuk tracking perekonomian seperti Survei Konsumen, Survei Penjualan Eceran, Survei Harga Properti Residensial, dan Survei Properti Komersial. Menjadi bentuk diseminasi publik.
“Namun belanja pemerintah perlu dioptimalkan mengingat masih belum maksimalnya penyerapan anggaran hingga pertengahan tahun 2021 ini,” ujarnya.
Sementara konsumsi masyarakat pada triwulan III 2021 diperkirakan akan lebih rendah karena dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kini disebut Level IV. Sedangkan investasi diperkirakan masih tumbuh.
“Pertumbuhan investasi karena ditopang oleh pembangunan kilang minyak meski berpotensi terbatas seiring pembatasan mobilitas pekerja dan kebijakan Work From Home,” jelasnya.
Kemudian ekspor Balikpapan diperkirakan meningkat seiring menguatnya permintaan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) walau dibayangi potensi lockdown di negara mitra dagang sebagai dampak penyebaran Covid-19.
“Kalau impor diperkirakan masih akan meningkat khususnya bersumber dari barang modal pembangunan proyek strategis,” prediksinya.
Pemberlakuan PPKM diperkirakan akan sedikit menghambat kinerja sektor utama meskipun masih bersifat moderat. Turut pula memengaruhi penurunan kinerja sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman, sektor perdagangan besar dan eceran, sektor transportasi dan pergudangan, sektor jasa keuangan dan asuransi seiring pembatasan operasional yang akan memengaruhi penurunan permintaan.
“Hasil survei diharapkan menjadi input dalam pengambilan keputusan, khususnya bagi pengampu kebijakan maupun pelaku usaha, serta menjadi sumber literasi bagi para akademisi dan masyarakat umum,” tandas Darmadi.
penulis : */Hendra
Editor : Bambang Irawan