“Ya jelas itu,” kata Barata Singgih Riwahono selaku General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Jumat (21/5).
Semula terdapat 58 tenant dengan berbagai jenis usaha di bandara internasional tersebut. Namun tersisa 33 tenant aktif hingga April 2021. Selebihnya tutup dan mengundurkan diri.
“Mungkin secara hitungan bisnis mereka sudah tidak masuk, jadi menghentikan aktivitas sementara,” terangnya.
Ada pula tenant yang memilih tidak memperpanjang ketika kontrak sewa telah habis. Mengingat pertumbuhan penumpang yang masih sedikit.
“Kebanyakan F&B (Food and Beverages), Jadi memang kuliner. Ya, terasa sejak pertengahan tahun lalu, Juli 2020,” sebutnya.
Alhasil Angkasa Pura I melakukan berbagai langkah efisiensi. Pasalnya, jumlah penumpang yang turun dan tenant banyak tutup berdampak pada kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.
“Kami lakukan down seizing, mengurangi pemakaian ruangan yang memang tidak dibutuhkan penumpang dengan jumlah seperti sekarang ini,” jelasnya.
Down seizing salah satunya diterapkan pada fasilitas ruang tunggu penumpang pada terminal keberangkatan. Dari 11 gerbang atau gate, hanya 5 yang diaktifkan.
“Selebihnya kita non fungsikan, tapi bisa digunakan kalau ada lonjakan penumpang,” tandas Barata.
Untuk diketahui, pertumbuhan penumpang maskapai anjlok 70 persen bila dibandingkan pada masa sebelum pandemi. Tercatat 22 ribu penumpang pada 2019. Sedangkan pada masa pandemi rerata 7.500 penumpang per hari.[]
Penulis : */Hendra
Editor : Redaksi Koran Kaltim