UKM lebih suka mengambil pendekatan jangka pendek dengan memperoleh alat-alat dan solusi yang tidak menyediakan kebutuhan spesifik organisasi. Tingkat kegagalan yang tinggi dari pendekatan semacam itu seringkali menyebabkan antusiasme awal melemah dan skeptisisme terhadap transformasi digital pun tumbuh.
"Transformasi digital merupakan penerapan teknologi digital dalam segala aspek kehidupan masyarakat, termasuk bisnis. Dengan data yang terkumpul dan strategi digital yang tepat, bisnis dapat mewujudkan produk dan layanan menurut selera konsumen, mengurangi biaya pengeluaran yang berlebihan, serta meningkatkan aliran pendapatan," kata Dwayne Ong, yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Casugol.
Kejelasan dalam tujuan bisnis, teknologi, dan aplikasi, akan membantu UKM fokus pada inti bisnis dan semakin maju dalam memperoleh bekal dan keahlian, serta mengidentifikasi teknologi dan alat-alat baru yang diperlukan.
Casugol adalah penyedia program sertifikasi profesional dan executive workshops tentang transformasi digital dan teknologi baru. Mereka berkantor pusat di Singapura dan telah hadir di 38 negara, termasuk Indonesia. Casugol dikenal mengadakan pelatihan dan konsultasi transformasi digital di seluruh dunia di ruang kelas dan juga secara online.
Dwayne Ong, yang juga sang pendiri, merupakan pendidik dan konsultan organisasi dengan berbagai macam pengalaman dalam artificial intelligence, robotika, analisis data, transformasi digital, kewirausahaan, dan pengembangan karier.
Didorong oleh semangat untuk memberdayakan individu dengan membuat pendidikan, pengetahuan, dan sumber daya dapat diakses, Dwayne memanfaatkan pengalamannya sebagai pengusaha dan eksekutif perusahaan senior untuk mendirikan Casugol.
“Berdasarkan penghitungan terakhir pada 31 Januari 2021, lebih dari 8 ribu profesional di seluruh dunia dari lembaga pemerintah, dewan hukum, PMN, UKM dan lembaga pendidikan telah disertifikasi dan dididik oleh Casugol,” kata Dwayne.
Menurut Dwayne, UKM di Indonesia harus terlebih dahulu melihat kembali model bisnisnya dan merancang secara jelas apa yang ingin dicapai terkait dengan transformasi digital. Para pemilik atau pemimpin bisnis UKM diminta meningkatkan keterampilan literasi digitalnya, agar dapat mengidentifikasi sumber daya yang tepat untuk mencapai tujuan transformasi digital.
“Usaha kecil menengah menyumbang lebih dari 70 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dan lebih dari 97 persen tenaga kerja dalam negeri, yang membentuk tulang punggung perekonomian nasional,” tuturnya.
Dwayne menilai, urgensi untuk membantu UKM bertransformasi dan beradaptasi dengan ekonomi digital yang berubah cepat sangatlah penting. Karena kunci sukses transformasi digital adalah berinvestasi pada keterampilan literasi digital orang-orang.
“Para pekerja UKM harus berpengalaman dalam Analisis Data, Keamanan Siber, Pemrograman, dan Keterampilan Literasi Digital. Selain keterampilan teknis, calon pekerja juga perlu mengembangkan softskills seperti kepemimpinan, kognitif, komunikasi, negosiasi, customer service, dan lain-lain,” katanya lagi.
Dwayne menyatakan, di Indonesia, Casugol telah berhasil menyertifikasi dan melatih lebih dari 982 peserta dengan beberapa peserta yang terbang langsung ke Singapura untuk mengikuti kelas umum. Berbagai organisasi telah terbantu untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan penting yang diperlukan untuk perjalanan transformasi digital yang sukses.
“Untuk memastikan kualitas tinggi dari program sertifikasi atau executive workshops kami, semua program didukung oleh para anggota International Advisory Committee (IAC) kami yang terdiri dari para pemimpin industri, ahli materi pelajaran, dan akademisi terkemuka di seluruh dunia,” klaim Dwayne.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di sindonews.com hari Senin 3 Mei 2021 dengan judul UKM Perlu Melakukan Transformasi Digital di Era Ekonomi Masa Kini