Turunnya harga emas itu membuatnya setara dengan harga emas putih. Angka pembelian pengunjung yang menjual emas milik pribadi berada di bulan April hingga Agustus tahun 2020 dan berada di angka tertinggi pembelian sejak Oktober 2020 hingga saat ini.
“Pembelian tertinggi sejak bulan Oktober. Kami paham karena sudah diperbolehkan untuk ke luar rumah kerja dan pendapatan mulai stabil,” ungkap Lisa, pegawai di pusat pertokoan emas yang terletak di Jalan Panglima Batur Kota Samarinda.
Menurutnya, saat harga emas mengalami penurunan, maka akan banyak warga masyarakat yang berbondong-bondong membeli emas, entah untuk koleksi pribadi atau investasi, dan tak banyak yang akan menjual emas pribadinya meski saat harga sedang naik.
Hal ini telah berlangsung sejak lama, sudah menjadi kebiasaan atau tradisi masyarakat khususnya kota Samarinda yang membeli emas ketika harga sedang turun.
“Kalau harga sedang turun saya beli karena selain untuk aksesoris perhiasan, bisa untuk investasi juga, nanti kalau sedang butuh bisa saja dijual atau sekedar digadai,” kata Rusmiatin, pegawai lainnya.
Penulis: */Ainur Rofiah
Editor: Aspian Nur