UKM Masagenah Group menyumbang kontribusi ekspor tertinggi, nilainya mencapai Rp5,7 miliar. Komoditi yang dikirim yaitu lidi nipah dengan negara tujuan ekspor India. “Ternyata lidi lipah ini termasuk industri kreatif karena produk pengolahan. Maksudnya ada aktivitas pengolahannya sehingga termasuk industri kreatif,” jelas Robyan lagi.
Ada juga UKM Kayan Art yang kontribusi ekspornya mencapai Rp900 juta, dengan jenis komoditi aksesoris manik yang dikirim ke Malaysia. Ada juga UKM Taruna Bina Mandiri dengan komoditi amplang yang diekspor menuju Malaysia dan Taiwan dengan nilainya mencapai Rp735 juta serta UKM Wati Bahalap dengan komoditi aksesoris manik dan juga batu dengan nilai ekspor Rp30 juta yang dikirm ke Amerika dan Malaysia.
“Jenis yang sama komodi aksesoris manik ada Kirip Mading yang mencapai Rp200 juta dikirim ke Malaysia. Lalu UKM Sumber Rizki dengan komoditi Kerajinan rotan dikirim ke Brunei nilainya Rp54 juta dan UKM Alfa Jaya yang memproduksi kerajinan rotan, manik dan mandau dikirim ke Malaysia dia dengan nilai ekspor Rp10 juta,” papar Roby. (*)
Penulis: */Pusaranmedia.com
Editor: Aspian Nur