Namun peningkatan populasi tersebut seiring dengan kebutuhan masyarakat. “Misalnya, ternak sapi ini diperuntukkan bagi pemotongan hewan korban dan setiap hari untuk kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Karmani memastikan kebutuhan masyarakat mengonsumsi daging dapat terpenuhi. “Karena para pedagang tidak hanya mengambil sapi local tapi mengambil dari luar, sehingga populasi ternak sapi tetap bertambah,” ujar Karmani.
Bertambahnya populasi ternak sapi disebabkan para peternak semakin menekuni. “Kalau dilihat dari tahun ke tahun, para peternak di Malinau sangat bersemangat karena peluang berternak sapi cukup bagus. Daya beli masyarakat juga tidak diragukan karena kebutuhan daging seiring dengan pembeli. Ya, sesuai dengan hukum ekonomi,” paparnya.
Karmani berharap ke depan populasi ternak sapi dapat ditingkatkan. Sebab, targetnya tidak hanya menjual berskala lokal, tetapi bisa ke luar daerah. “Kami usahakan mengarah ke situ, dengan peningkatan populasi dan jumlah ternak sapi. Apalagi produksi daging juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Malinau dan sekitarnya,” jelasnya.
Tahun ini Dinas Peternakan akan menggalakkan penanaman hijau pakan ternak. “Tujuannya, untuk menambah nutrisi hewan ternak. Kita memiliki rumput-rumput unggul, seperti rumput gajah, raja, ingres, setariaya, meksimo dan sebagainya,” sebut Karmani lagi. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Selasa 26 Januari 2021 dengan judul Populasi Ternak Sapi di Malinau Capai 1.972 Ekor