Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara, Yufrizal. Secara umum, faktor utama peningkatan ekonomi utama Kaltara dipicu oleh kinerja pada sektor lapangan usaha utama yaitu industri pengolahan dan perdagangan yang memacu peningkatan kinerja investasi dan konsumsi rumah tangga.
Adapun, lapangan usaha konstruksi diperkirakan tumbuh melambat seiring dengan siklus tender pada awal tahun yang cenderung menurunkan tingkat realisasi belanja modal pemerintah.
“Sementara itu, lapangan usaha perdagangan diprediksi mengalami peningkatan. Kondisi ini seiring dengan peningkatan konsumsi rumah tangga yang didorong masuknya masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan perkiraan menurunnya dampak pandemi Covid-19,” kata Yufrizal.
Ekspor udang dan plywood diperkirakan membaik sejalan dengan mulai meningkatnya demand (permintaan) global. Sehingga harga jual bisa meningkat meningkat. Di sisi lain, meningkatnya kinerja lapangan usaha lainnya juga turut menopang tingginya laju pertumbuhan ekonomi Kaltara triwulan I 2021. Salah satu yang cukup dominan adalah lapangan usaha pertambangan.
Dari sisi pengeluaran, Yufrizal memaparkan, potensi recovery (pemulihan) ekonomi akan meningkatkan konsumsi rumah tangga yang sejalan dengan konsumsi pemerintah. Dimana keduanya diprediksi terus mengalami peningkatan.
“Hal ini didorong oleh berlanjutnya penyaluran anggaran belanja pemerintah. Utamanya belanja modal untuk proyek-proyek pemerintah,” jelasnya.
Berbagai bentuk aktivitas pemerintah dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), diperkirakan juga bisa menopang pertumbuhan ekonomi Kaltara. Semisal dari berlanjutnya realisasi bantuan sosial (bansos) yang disalurkan Pemerintah dan realisasi dana desa yang rencananya akan dipercepat pada triwulan I 2020.
Sementara itu, sepanjang tahun 2021, berbagai langkah peningkatan perekonomian diyakini Yufrizal bisa berefek pada peningkatan ekonomi Kaltara. Meski tidak dipungkiri trennya masih tetap tumbuh terbatas. Peningkatan pertumbuhan hingga Desember 2021 nanti diperkirakan bersumber dari adanya akselerasi berbagai lapangan usaha utama di Kaltara. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Kamis 10 Desember 2020 dengan judul Ekonomi Kaltara Tetap Tumbuh Terbatas di 2021