“Sejak Angkasa Pura 1 berdiri pada 1964 silam. Maskapai juga mengalami hal yang sama,” kata Barata Singgih Riwahono, Minggu (6/12).
Angkasa Pura 1, lanjut Barata, berupaya maksimal agar mampu melewati situasi sukit saat ini. Seraya berharap program vaksinasi menjadi jalan keluar terbaik.
“Sehingga Bandara SAMS Sepinggan bisa kembali beraktivitas secara normal,” ujarnya.
Menurutnya, segala kebijakan pemerintah sangat berdampak besar terhadap operasional atau kinerja Angkasa Pura 1 sebagai pengelola bandara. “Termasuk entitas di dalamnya,” ucap Barata.
Bandara SAMS Sepinggan telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari kewajiban memakai masker, melakukan sistem jaga jarak, pemakaian alat ukur suhu tubuh hingga penyemprotan disinfektan.
“Alhamdulillah, kami dinobatkan sebagai Bandar Udara Sehat 2020 dari Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.
Selain itu, pertumbuhan penumpang juga mulai menunjukkan peningkatan. Tercatat 8.500 sampai 9.000 penumpang berangkat dan datang melalui Bandara SAMS Sepinggan.
“Kalau tiga bulan lalu, kisarannya antara 5.800 sampai 6.500 penumpang. Paling tinggi ya 7.000 penumpang,” sebutnya.
Capaian itu menjadi bukti kegiatan ekonomi di Balikpapan kembali menggeliat. Ditambah lagi adanya permintaan maskapai yang ingin jam operasional Bandara SAMS Sepinggan ditambah.
“Sedang kami evaluasi dan mudah-mudahan dalam waktu yang tak lama, dapat dilaksanakan,” pungkasnya dan sebagai informasi, Bandara SAMS Sepinggan saat ini beroperasi dari jam 06.00 hingga 18.00 WITA.
Penulis : */Hendra
Editor : Bambang Irawan