Hewan bernama lain Betta SP memang kembali jadi incaran. Semenjak Pandemi Covid-19, orang-orang perlu hiburan, yang tak mesti keluar rumah.
Memelihara ikan warna-warni, jadi solusi.
Kiranya demikian niat awal Ilham. Hingga kini, tak kurang 500 jenis Ikan Cupang mengisi jejeran botol dan stoples di depan kamar kosnya, di Jalan Hais, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara.
Pemuda asal Pinrang, Sulawesi Selatan ini menceritakan awal mula bisnisnya dimulai sejak Juni lalu, dengan modal. awal Rp400 ribu.
"Habis itu beli dengan teman di Karawang Rp 500.000 untuk tiga pasang. Kemudian beli lagi tiga pasang lainnya dengan harga yang sama temen di Banten," kata Ilham, menceritakan mula-mula usahanya kepada Pusaran Media, jaringan Korankaltim.com.
Kini, dalam sehari Ilham rata-rata ia bisa meraup omzet Rp500 ribu.
"Sebelumnya 1000-an jenis yang saya punya, sekarang tinggal setengahnya karena dicuri," ujarnya.
Tapi baginya, usaha ini sangat menjanjikan. Dengan modal kecil yang hanya ratusan ribu saja, bisa menghasilkan hingga jutaan. "Saya sering lihat di media-media sosial, orang yang budi daya ikan cupang bisa menghasilkan sampai Rp40 juta," ujarnya dengan semangat.
Ilham mengatakan mengapa ikan tersebut bisa menjadi mahal karena turut serta mengikuti perlombaan.
Penilaian berdasarkan corak warna, bentuk hingga kesehatan ikan yang menjadi nilai lebih untuk menang. Jika berhasil menjadi pemenang, harga ikan tersebut yang awalnya ratusan ribu bisa menjadi jutaan rupiah.
"Di Samarinda sudah cukup banyak kontestasi ikan cupang," tambahnya.
Soal perawatan, Ilham mengaku tidak susah. Jenis ikan yang termasuk family osphronemidae ini tidak membutuhkan tempat yang luas untuk pembudidayan.
"Cukup menggunakan styrofoam kita sudah bisa merawat bibit berusia 20 hari. Lalu dipindahkan ke botol belas air mineral 1,5 liter ketika ikan sudah 40 hari," katanya.
Diterangkan Ilham lagi, pembentukan sirip dan ekor terjadi saat pemisahan dilakukan. Ikan cupang bisa bernilai tinggi jika penampilan warna yang menarik dan ekor dan sirip yang bagus.
"Kalau tidak dipisah bisa kelahi dan bisa merusak ekor serta siripnya," ungkapnya.
Penulis : Mubiar Sobary
Editor : Rusdi
* Berita/artikel ini sudah tayang di PusaranMedia.com tanggal 16 November 2020