Konsumsi Daging Ayam Kurang Picu Deflasi di Kaltim
1 menit baca328 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Turunnya harga daging ayam memicu terjadinya deflasi di Kaltim. Kepala KPw-BI Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan deflasi ayam ras pedaging minus 0,062 persen dari keseluruhan 0,18 persen pada September 2020. "Konsumsinya masyarakat untuk daging ayam masih kurang," kata Tutuk.
Fenomena ini berimbas pada pedagang ketika menjual. Mereka menjual dengan margin yang rendah untuk menghabiskan stok. Tidak hanya itu, pembelian dalam partai besar yang biasa dilakukan katering, hotel dan restoran juga masih kecil.










