“Khususnya pada masa adaptasi baru, dimana Bandara SAMS Sepinggan menerapkan protokol kesehatan,” kata Barata Singgih Wahono, Rabu (4/11).
Angkasa Pura I mencatat lalu lintas selama libur panjang diantaranya 435 pergerakan pesawat, 42.398 penumpang dan 735.503 kg atau 735 ton pada jasa kargo. Puncak arus keberangkatan terjadi pada 28 Oktober 2020.
“Puncak arus kepulangan pada 1 November 2020 dan menjadi trafik tertinggi dengan jumlah 9.526 penumpang,” sebutnya.
Pertumbuhan pada sektor kargo tercatat positif yakni 31 persen pada Oktober 2020. Melayani 4.749.001 kilogram dengan rerata per hari sebanyak 153.194 kilogram.
“Kalau tahun sebelumnya pada periode yang sama mengangkut 3.622.174 kilogram dengan rerata per hari 116.844 kilogram,” bebernya.
Sedangkan untuk penumpang didominasi rute penerbangan Jakarta dengan 9.167 penumpang, Surabaya 8.253 penumpang dan Makassar 5.078 penumpang.
Ditetapkannya libur panjang ini oleh pemerintah berdampak positif bagi bisnis penerbangan atau aviasi. Kendati penerapan protokol kesehatan dilakukan sangat ketat seperti pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal scanner dan thermo gun.
“Juga validasi dokumen kesehatan dan memasang tanda physical distancing hingga protokol kesehatan ketat di tenant serta maskapai,” ujarnya.
Bandara SAMS Sepinggan, lanjut Barata, memberi kemudahan kepada penumpang untuk melengkapi dokumen kesehatan sebelum berangkat. “Kami sediakan layanan rapid test di lantai dua yang hasil pemeriksaannya keluar 30 menit,” tandasnya.
Penulis : */Hendra
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Rabu tanggal 05 November 2020