"Nilai tukar dolar AS semalam melemah mengikuti sentimen pasar yang kembali masuk ke aset berisiko karena pasar mengantisipasi kemungkinan kemenangan Biden dalam pilpres AS dengan poling-poling terbaru," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo
Futures Ariston Tjendra.
Hari ini hasil perhitungan suara sudah mulai masuk dan pasar akan bereaksi dengan hasil tersebut. Pagi ini terlihat Trump lebih unggul dibandingkan Biden yang mendorong penguatan nilai tukar dolar kembali, tapi peta perhitungan terus berubah dan ketat.
"Perhitungan suara yang ketat akan mendorong pasar berhati-hati dan keluar dari aset berisiko. Dan ini bisa melemahkan nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar AS," ujar Ariston.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.550 per dolar AS hingga Rp14.700 per dolar AS. Pada Selasa (3/11/2020) kemarin, rupiah ditutup menguat 55 poin atau 0,38 persen ke posisi Rp14.585 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.640 per dolar AS. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Rabu 4 November 2020 dengan judul Pasar nantikan hasil pilpres AS, rupiah bergerak menguat