Sedangkan di pasar spot, rupiah juga lesu. Pada pukul 10.00 WIB, harga 1 Dolar Amerika Serikat, dibanderol Rp14.740 di mana rupiah melemah 0,34 persen.
Kala pembukaan pasar, rupiah masih mampu menguat tipis 0,07 persen. Namun dalam hitungan menit, rupiah langsung terperosok ke jalur merah.
Rupiah tidak perlu berkecil hati, karena hampir seluruh mata uang utama Asia juga tidak berdaya di hadapan dolar AS. Hanya yuan China dan yen Jepang yang masih mampu menguat, sisanya tidak selamat. Akan tetapi, depresiasi 0,34 persen memang membuat rupiah jadi yang terlemah di kawasan ini.
Pelaku pasar sedang menjaga jarak dengan aset-aset berisiko. Pasalnya, perkembangan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) semakin mengkhawatirkan.
Kini Eropa yang sedang menjadi sorotan. Penambahan jumlah pasien di Prancis, Austria, dan Belanda mencatatkan rekor tertinggi. Negara tetangga seperti Jerman pun mulai cemas.
"Cepat atau lambat, Jerman akan menerima kasus impor (imported case) dari negara-negara tersebut," keluh Jens Spahn, Menteri Kesehatan Jerman, seperti dikutip dari Reuters.[]
Editor : Rusdi
*Berita/artikel ini, telah tayang di CNBCIndonesia.com, dengan judul "Rupiah Semakin Terpuruk, Kini Terlemah di Asia!," pada Selasa 22 September 2020.