Hingga kini, perusahaan milik orang terkaya di dunia ini, membuka setidaknya 33 ribu lowongan di bidang korporasi dan teknologi. Tak hanya itu, Amazon juga bakal membuka lowongan untuk pekerja lepas untuk posisi jaringan operasi perseroan.
Semua karyawan baru ini akan dibayar dengan upah minimal US$15 per jam atau setara Rp220.500 (kurs Rp14.700) dengan cuti orangtua hingga 20 minggu. Lebih menggiurkan lagi, calon karyawan di bidang korporasi dan teknologi akan menerima gaji setara Rp2,2 miliar. Ini termasuk gaji pokok, kompensasi dan tunjangan berbasis saham. "Dengan banyaknya orang yang menganggur karena dampak ekonomi covid-19, hari karier (career day) dirancang untuk mendukung semua pencari kerja, terlepas dari tingkat pengalaman, bidang profesional, atau latar belakang mereka, atau apakah mereka sedang mencari pekerjaan di Amazon atau perusahaan lain," kata Amazon lewat rilis resmi.
Amazon melakukan survei dan menemukan kalau mayoritas atau 53 persen orang Amerika terpaksa mencari pekerjaan baru karena covid-19. Pada Agustus lalu, Amazon menyatakan bahwa pihaknya berencana mempekerjakan 3.500 orang di berbagai kota lintas AS. Ini merupakan langkah ekspansi signifikan perusahaan teknologi AS ini ketika perusahaan sejawatnya mengandalkan bekerja dari rumah.
Amazon dilaporkan tengah berdiskusi dengan Simon dari Property Group, pemegang pusat perbelanjaan (mal) terbesar di Negeri Paman Sam. Rencananya, toko serba ada (departement store) JCPenney dan Sears akan diubah menjadi pusat distribusi untuk mengirimkan paket.
Untuk informasi, saham Amazon melonjak 77 persen dalam setahun terakhir. Perusahaan biasanya mengumumkan ratusan ribu posisi baru untuk musim liburan, namun belum ada kejelasan jika perekrutan akan terjadi pada tahun ini. Amazon telah mempekerjakan lebih dari 175 ribu orang selama pandemi virus corona untuk membantu memenuhi permintaan pengiriman yang melonjak. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Jumat 11 September 2020 dengan judul Amazon Buka Lowongan Kerja Gaji Rp2 M di Tengah Corona