"Kami ingin secepatnya dilakukan perakitan di Indonesia. Kalau secara kasar, dua sampai tiga tahun sudah jalan perakitan di Indonesia. Karena semua bisa berjalan minimum 18 bulan," ujarnya dikutip dari Bisnis.com, Selasa (1/9/2020).
Namun, Ario menyatakan bahwa peluang tersebut perlu diiringi dengan membaiknya situasi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi Indonesia. Selain itu juga meningkatnya permintaan terhadap produk KIA.
Dia juga tidak menepis bahwa ada kemungkinan KIA Indonesia bakal memanfaatkan fasilitas pabrik yang berada di bawah naungan Indomobil.
"Indomobil sudah memiliki fasilitas yang bisa digunakan segera. Untuk pabrik di kawasan industri Pulogadung juga aktif mengerjakan order dari pabrikan lain," kata Ario.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan KIA sampai dengan Juli 2020 mencapai 315 unit. Kinerja penjualan itu ditopang Seltos dengan kontribusi 75 persen, dan 25 persen KIA Rio, Picanto, dan Sedona.
Sementara itu, terkait layanan purnajual, KIA Indonesia saat ini sudah membuka tujuh dealer baru, dan akan berencana menambah lagi. Total dealer hingga periode Juli-Agustus adalah 22 dealer 3S (sales, service, spareparts) dan 10 bengkel.
Editor : Rusdianto
*Berita/artikel ini, telah tayang di bisnis.com, dengan judul "KIA Buka Peluang Rakit Mobil di Indonesia," pada Senin 1 September 2020.