Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, Indonesia dan China punya tekad kuat untuk memperkokoh kerja sama ekonomi selama dan pasca pandemi termasuk di bidang perdagangan dan investasi.
Angka ekspor Indonesia ke China naik 11,74 persen pada semester I/2020 dari 12,32 miliar Dolar Amerika Serikat menjadi 13,77 miliar Dolar Amerika Serikat. Dengan kenaikan ekspor, dan penurunan impor China ke Indonesia sebesar 11,86 persen, maka angka defisit Indonesia dapat ditekan sebesar 46,08 persen.
"Dari waktu ke waktu kita terus berupaya untuk menurunkan angka defisit perdagangan kita dengan China. Indonesia mengusulkan pembentukan join working group for trade guna memfasilitasi hambatan perdagangan dan memfasilitasi semaki dibukanya pasar China bagi produk Indonesia," ujarnya, seperti dikutip dari Bisnis.com Jumat (21/8/2020).
China menjadi salah satu negara investor terbesar bagi Indonesia dengan menduduki peringkat kedua setelah Singapura.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan kedua negara juga berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di bidang vaksin. Pembicaraan ini sudah dilakukan sejak sebulan yang lalu.
"Alhamdulillah pada hari ini kami mengadakan pertemuan dan negosiasi. Pembicaraan berlangsung sangat positif. Sinovac bahkan sudah menanda tangani kerjasama dengan Bio Farma," ujar Erick.
Erick menjelaskan bahwa penyaluran bahan baku vaksin dari Sinovac akan dimulai pada bulan November mendatang.
Editor : Rusdianto
*Berita/artikel ini, telah tayang di Bisnis.com, dengan judul "Investasi China di Indonesia Meningkat 9 Persen, Kedua Terbesar," pada Jumat 21 Agustus 2020.