Gelaran uji kompetensi ini dilangsungkan di Hotel Grand Fatma Tenggarong, Rabu-Kamis (12-13/8/2020). Ketua Panitia Uji Kompetensi dan sekaligus Direktur LSP Mahamu Mandiri Balikpapan, Murad M.A mengatakan, meski sektor pariwisata sangat terdampak dari pandemi Covid-19, program peningkatan SDM yang dilakukan pemerintah harus tetap berjalan.
“Tetap berjalan, walaupun Covid-19. Uji kompetensi ini dari tahun ke tahun tetap disubsidi oleh negara dalam bentuk kuota. Jadi ini gratis tidak dipungut bayaran. Melalui deputi pengembangan SDM kementerian pariwisata memberikan kuota ke lembaga kami yang ditunjuk kementerian untuk melaksanakan Uji Kompetensi ini,” katanya kepada Korankaltim.com, Rabu (12/8/2020).
Murad menyebut, LSP Mahamu Mandiri Balikpapan untuk tahun ini diberi kuota 300 orang untuk dilakukan uji kompetensi, dan jumlah ini dibagi menjadi dua yakni 150 untuk kuota Samarinda dan 150 untuk Balikpapan.
Dalam kondisi covid-19 ini, diakuinya sektor pariwsata memang sedang anjlok, tapi untuk SDM di bidang yang berkaitan dengan pariwisata harus tetap eksis. “Peningkatan SDM harus tetap jalan dan pengembangan SDM harus menjadi perhatian. Harus tetap ditingkatkan agar kita siap menghadapi era globalisasi kedepannya,” sebutnya.
“Makanya inilah momen kita diberikan tanggung jawab untuk melakukan uji kompetensi, untuk memaksimalkan bagi SDM hotel-hotel yang belum ikut uji kompetensi dengan skema ovukasi asean,” tambah Murad.
Uji kompetensi ini dilaksanakan selama dua hari yakni pembukaan dan dilanjutkan dengan observasi dan demonstrasi pada esok hari.
“Untuk observasi dan demonstrasi besok dipantaui langsung oleh asesor. Ada empat asesor, masing-masing menangani front office, house keeping, service dan product. Jujur kami cukup menyayangkan pada pelaksanaan kegiatan ini perwakilan Dinas Pariwisata tidak hadir, padahal kegiatan ini upaya kita mendukung pemerintah dalam sektor peningkatan pariwisata,” pungkas Murad.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdianto