Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Pertanian, dalam analisis yang diterbitkan Media Indonesia, menyebut dibalik angka-angka horor merosotnya pertumbuhan ekonomi nasional, terdapat fakta yang perlu ditelisik. PDB pertanian justru melesat mencapai 16,24 persen pada triwulan II (QoQ). Bahkan, catatan dari YoY, hanya pertanian yang tetap tumbuh positif hingga 2,19 persen. Pertumbuhan sektor pertanian sekaligus membuat kontribusinya terhadap ekonomi nasional terus menguat.
Kontribusi sektor pertanian pada kuartal II-2019 hanya 13,57 persen, tapi pada kuartal II-2020 meningkat menjadi 15,46 persen. Capaian kinerja sektor pertanian tersebut sebetulnya telah diprediksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Sejak awal pandemi, Menteri SYL menyebutkan bahwa sektor pertanian akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Argumennya jelas, pangan dan produk pertanian merupakan kebutuhan primer yang tidak bisa tergantikan. Karena itu, di tengah pelemahan ekonomi dunia akibat pandemi, sektor pertanian menjadi bisnis yang paling menjanjikan. Perlu telaah dalam mengungkap sektor pertanian kita tetap berkinerja positif di tengah melemahnya sektor lain.
Menteri Pertanian selaku penanggung jawab sektor pembangunan pertanian sejak awal telah merumuskan serangkaian kebijakan. Salah satunya fokus pada peningkatan produksi pangan dengan stimulus pelaku usaha pertanian, seperti relaksasi kredit usaha rakyat (KUR) pertanian, serta mempercepat bantuan sarana dan prasarana serta subsidi pertanian. Menteri SYL juga meluncurkan subsidi transpor pangan dari daerah surplus ke daerah minus sehingga distribusi pangan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Tak hanya di hulu, Kementan juga berupaya mengoptimalkan industri pertanian di hilir dengan menggerakkan 'Pasar Mitra Tani' dan memperbaiki penyerapan produksi pertanian yang ada di seluruh provinsi. Kementan bekerja erat dengan perusahaan rintisan teknologi (startup) sektor jasa distribusi. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat mengakses bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau di tengah menurunnya daya beli.
Juga program optimalisasi pekarangan melalui kegiatan Pertanian Keluarga dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Bentuk konkret P2L di lapangan ialah awareness masyarakat terhadap pola budi daya pertanian di perkotaan. Semakin banyak rumah tangga perkotaan yang memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk bertanam.
Hal lain ialah kinerja ekspor pertanian. Data BPS menunjukkan ekspor pertanian di April 2020 mencapai USD0,28 miliar atau tumbuh 12,66 persen (YoY). Kenaikan ekspor itu didapat dari empat subsektor unggulan, yakni perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Nominal kenaikan bahkan mencapai lebih dari Rp12 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 7,47 persen sejak 2019 sampai Maret 2020.
Editor : Rusdianto
*Berita/artikel ini, sudah tayang di medcom.id dengan judul "Pertanian Penyelamat Ekonomi" pada Selasa (11/8/2020).