Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Aji Syahdu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Samarinda, Novem Caniago, Ketua Forum Komunikasi Serikat Pekerja/Buruh Samarinda, Amir P Ali dan perwakilan penerima sembako dari 14 perusahaan.
“Biasanya peringatan May Day itu ada pertemuan yang ramai, tapi pada kesempatan ini dengan adanya wabah virus corona, kami dari BPJS Ketenagakerjaan ikut prihatin, sebab banyak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terdampak, terutama pada perusahaan khususnya disektor jasa,” kata Panji Wibisana.
Untuk itu lanjut Panji Wibisana, BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan Hari Buruh kali ini melakukan penyerahan bantuan paket sembako kepada tenaga kerja yang terdampak Covid-19. “Ada 14 perusahaan dengan 400 paket. Dari informasi yang kami terima, hampir enam ribu lebih tenaga kerja yang di rumahkan dan 924 karyawan yang di-PHK,” ungkapnya.
Lebih lanjut Panji mengatakan, bakti sosial semacam ini juga bertujuan untuk membangun sinergi lintas sector untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di era krisis. Dia pun berharap ke depan, kegiatan yang mereka lakukan bukan hanya sebatas bakti social saja, melainkan juga vokasi atau pelatihan kerja yakni merubah skill tenaga kerja, seperti contoh mekanik ingin menjadi tukang las. Namun sayangnya, dalam kondisi pandemi Covid-19, pihaknya belum bisa menggelar pelatihan tersebut.
“Membantu tenaga kerja yang terkena dampak PHK akibat pandemi Covid-19 maupun pekerja yang masih aktif dapat mempererat silaturahmi antara BP Jamsostek dengan pekerja, sehingga masyarakat lebih mengenal BP Jamsostek beserta program-program perlindungannya,” tutup Panji Wibisana.
Penulis: */Maruly
Editor: Desman Minang
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 06 Mei 2020
Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Aji Syahdu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Samarinda, Novem Caniago, Ketua Forum Komunikasi Serikat Pekerja/Buruh Samarinda, Amir P Ali dan perwakilan penerima sembako dari 14 perusahaan.
“Biasanya peringatan May Day itu ada pertemuan yang ramai, tapi pada kesempatan ini dengan adanya wabah virus corona, kami dari BPJS Ketenagakerjaan ikut prihatin, sebab banyak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terdampak, terutama pada perusahaan khususnya disektor jasa,” kata Panji Wibisana.
Untuk itu lanjut Panji Wibisana, BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan Hari Buruh kali ini melakukan penyerahan bantuan paket sembako kepada tenaga kerja yang terdampak Covid-19. “Ada 14 perusahaan dengan 400 paket. Dari informasi yang kami terima, hampir enam ribu lebih tenaga kerja yang di rumahkan dan 924 karyawan yang di-PHK,” ungkapnya.
Lebih lanjut Panji mengatakan, bakti sosial semacam ini juga bertujuan untuk membangun sinergi lintas sector untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di era krisis. Dia pun berharap ke depan, kegiatan yang mereka lakukan bukan hanya sebatas bakti social saja, melainkan juga vokasi atau pelatihan kerja yakni merubah skill tenaga kerja, seperti contoh mekanik ingin menjadi tukang las. Namun sayangnya, dalam kondisi pandemi Covid-19, pihaknya belum bisa menggelar pelatihan tersebut.
“Membantu tenaga kerja yang terkena dampak PHK akibat pandemi Covid-19 maupun pekerja yang masih aktif dapat mempererat silaturahmi antara BP Jamsostek dengan pekerja, sehingga masyarakat lebih mengenal BP Jamsostek beserta program-program perlindungannya,” tutup Panji Wibisana.
Penulis: */Maruly
Editor: Desman Minang
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 06 Mei 2020