“Permintaan masyarakat di pasar menjadi sedikit. Alhasil, stok ikan di Kaltim menjadi surplus,” sebut Riza.
Daya beli masyarakat yang menurun secara drastis menyebabkan kondisi kelebihan pasokan ikan terjadi di pasaran. Selain itu, kuantitas komoditas ikan di pasar ekspor juga mengalami penurunan.
“Berdasarkan data, tercatat perkiraan pasokan ikan sampai Juni mencapai 59.460 ton. Padahal pasokan ikan yang dibutuhkan hanya seebesar 33.584 ton," paparnya.
DKP Kaltim berupaya secara gencar menjual pasokan ikan yang ada agar dapat mengatasi produksi ikan yang berlimpah. Stok ikan yang pada awalnya ditujukan untuk pasar ekspor diubah sasarannya dengan dijual kepada penjual yang berada di pasar lokal, kabupaten, kota, maupun provinsi.
Cara lain yang ditempuh pihaknya ialah dengan mengolah komoditas ikan menjadi produk ikan yang dapat bernilai ekonomi tinggi. Riza menerangkan saat ini DKP Kaltim sedang mencatat dan mendata beberapa perusahaan serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar bisa bersinergi dan memproduksi ikan menjadi aneka ragam produk hasil olahan yang bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat.. (*)
Penulis : Fairus
Editor Aspian Nur
“Permintaan masyarakat di pasar menjadi sedikit. Alhasil, stok ikan di Kaltim menjadi surplus,” sebut Riza.
Daya beli masyarakat yang menurun secara drastis menyebabkan kondisi kelebihan pasokan ikan terjadi di pasaran. Selain itu, kuantitas komoditas ikan di pasar ekspor juga mengalami penurunan.
“Berdasarkan data, tercatat perkiraan pasokan ikan sampai Juni mencapai 59.460 ton. Padahal pasokan ikan yang dibutuhkan hanya seebesar 33.584 ton," paparnya.
DKP Kaltim berupaya secara gencar menjual pasokan ikan yang ada agar dapat mengatasi produksi ikan yang berlimpah. Stok ikan yang pada awalnya ditujukan untuk pasar ekspor diubah sasarannya dengan dijual kepada penjual yang berada di pasar lokal, kabupaten, kota, maupun provinsi.
Cara lain yang ditempuh pihaknya ialah dengan mengolah komoditas ikan menjadi produk ikan yang dapat bernilai ekonomi tinggi. Riza menerangkan saat ini DKP Kaltim sedang mencatat dan mendata beberapa perusahaan serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar bisa bersinergi dan memproduksi ikan menjadi aneka ragam produk hasil olahan yang bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat.. (*)
Penulis : Fairus
Editor Aspian Nur