"Pengusaha online yang tergabung dalam HIPO Kaltim saat ini diimbau untuk memasarkan produk mereka di aplikasi (platform) online atau dalam jaringan (daring) buatan kami. Produk aplikasinya bernama Histore.
Sudah kami rilis pada bulan Januari. Kami sudah tuntun tenant dan member yang tergabung agar menjajakan produk mereka di sana,” ucap Ketua HPO Kaltim Majedi Jumat (17/4/2020) tadi
Majedi menyebut kurang lebih 2.300 pengusaha online yang tergabung di dalam HIPO mengeluhkan pendapatan atau income yang menurun. Beberapa di antaranya ada yang tidak bisa bertahan sama sekali sehingga terpaksa menghentikan sementara kegiatan berjualannya atau berinovasi dengan mengalihkan barang yang dijual.
Namun tidak sedikit juga pengusaha yang terus melakukan inovasi dengan mengalihkan komoditas yang biasa dijual ke komoditas yang di pasaran jauh lebih dibutuhkan, seperti makanan dan minuman.
“Memang harus kreatif dan jangan berpasrah diri dengan situasi yang ada. Apabila usahanya masih bertahan, maka silahkan berusaha terus untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan mereka yang usahanya tidak sanggup bertahan, maka harus terus berinovasi,” sebut Majedi. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur
"Pengusaha online yang tergabung dalam HIPO Kaltim saat ini diimbau untuk memasarkan produk mereka di aplikasi (platform) online atau dalam jaringan (daring) buatan kami. Produk aplikasinya bernama Histore.
Sudah kami rilis pada bulan Januari. Kami sudah tuntun tenant dan member yang tergabung agar menjajakan produk mereka di sana,” ucap Ketua HPO Kaltim Majedi Jumat (17/4/2020) tadi
Majedi menyebut kurang lebih 2.300 pengusaha online yang tergabung di dalam HIPO mengeluhkan pendapatan atau income yang menurun. Beberapa di antaranya ada yang tidak bisa bertahan sama sekali sehingga terpaksa menghentikan sementara kegiatan berjualannya atau berinovasi dengan mengalihkan barang yang dijual.
Namun tidak sedikit juga pengusaha yang terus melakukan inovasi dengan mengalihkan komoditas yang biasa dijual ke komoditas yang di pasaran jauh lebih dibutuhkan, seperti makanan dan minuman.
“Memang harus kreatif dan jangan berpasrah diri dengan situasi yang ada. Apabila usahanya masih bertahan, maka silahkan berusaha terus untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan mereka yang usahanya tidak sanggup bertahan, maka harus terus berinovasi,” sebut Majedi. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur