Diluncurkannya aplikasi ini guna membantu para pedagang UMKM untuk tetap bisa menjual produknya di masa social dan physical distancing.
Kepala Bidang Aplikasi layanan E-Goverment Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Suparmin menjelaskan kepada korankaltim.com aplikasi ini memang diperuntukkan bagi para pedagang dan masyarakat agar menghindari kontak langsung sementara ini selama masa pandemi covid-19.
“Aplikasi ini sama halnya dengan market place pada umumnya yang sering kita gunakan. Hanya saja, ini untuk lokal, aplikasi ini juga melayani semua kebutuhan masyarakat. Ada beberapa pilihan yang telah disiapkan mulai dari makanan, fashion, kerajinan tangan, hingga buku,” kata Suparmain Kamis (16/4/2020) tadi.
Aplikasi tersebut sudah ada di google playstore, terdapat menu registrasi dan login. Jika belum memiliki akun, bisa dapat masuk ke menu registrasi. Cara pendaftarannya sangat mudah dan tidak banyak yang perlu diisi.
"Selanjutnya anda akan mendapatkan sebuah kode verifikasi melalui pesan singkat atau SMS (Short Message Service). Setelah masuk, akan tampil berbagai macam menu dan pilihan makanan di halaman utama," imbuh Suparmin
Metode pembayaran ketika membeli di aplikasi Behambinan pihaknya telah menyediakan cara seperti transfer, pembayaran virtual melalui aplikasi lain (Gopay) dan bayar ditempat atau COD (Cash On Delivery).
Suparmin juga menuturkan aplikasi ini sedang dalam pembahasan dengan pihak ketiga mengenai sistem pembayaran terlebih dahulu (talangan)
“Tentu saja kami juga harus mengantisipasi jika ada orderan fiktif. Karena, kami hanya menyiapkan fasilitasnya saja,” sebutnya.
Pihaknya masih dalam penjajakan dengan perusahaan Tortek yang memiliki platform bernama lingkaran. Nantinya, perusahaan tersebut dihubungkan dengan para relawan yang ada di Info Taruna Samarinda (ITS).
Para relawan ini akan bergabung dengan platform tersebut dan menjadi pengantar produk yang dibeli melalui aplikasi Behambinan.
“Kami lakukan uji coba terlebih dahulu, selama sepekan kedepan. Kita lihat perkembangannya bagaimana. Tak hanya platform lingkaran, jika ojek online yang mau bergabung, silahkan. Tapi, kami tidak bisa secara bisnis to bisnis (btb) untuk kerjsama dengan salah satu ojek online. Intinya satu minggu sebelum puasa, kita sudah launching aplikasi Behambinan ini ke masyarakat,” tutup Suparmin. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur
Diluncurkannya aplikasi ini guna membantu para pedagang UMKM untuk tetap bisa menjual produknya di masa social dan physical distancing.
Kepala Bidang Aplikasi layanan E-Goverment Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Suparmin menjelaskan kepada korankaltim.com aplikasi ini memang diperuntukkan bagi para pedagang dan masyarakat agar menghindari kontak langsung sementara ini selama masa pandemi covid-19.
“Aplikasi ini sama halnya dengan market place pada umumnya yang sering kita gunakan. Hanya saja, ini untuk lokal, aplikasi ini juga melayani semua kebutuhan masyarakat. Ada beberapa pilihan yang telah disiapkan mulai dari makanan, fashion, kerajinan tangan, hingga buku,” kata Suparmain Kamis (16/4/2020) tadi.
Aplikasi tersebut sudah ada di google playstore, terdapat menu registrasi dan login. Jika belum memiliki akun, bisa dapat masuk ke menu registrasi. Cara pendaftarannya sangat mudah dan tidak banyak yang perlu diisi.
"Selanjutnya anda akan mendapatkan sebuah kode verifikasi melalui pesan singkat atau SMS (Short Message Service). Setelah masuk, akan tampil berbagai macam menu dan pilihan makanan di halaman utama," imbuh Suparmin
Metode pembayaran ketika membeli di aplikasi Behambinan pihaknya telah menyediakan cara seperti transfer, pembayaran virtual melalui aplikasi lain (Gopay) dan bayar ditempat atau COD (Cash On Delivery).
Suparmin juga menuturkan aplikasi ini sedang dalam pembahasan dengan pihak ketiga mengenai sistem pembayaran terlebih dahulu (talangan)
“Tentu saja kami juga harus mengantisipasi jika ada orderan fiktif. Karena, kami hanya menyiapkan fasilitasnya saja,” sebutnya.
Pihaknya masih dalam penjajakan dengan perusahaan Tortek yang memiliki platform bernama lingkaran. Nantinya, perusahaan tersebut dihubungkan dengan para relawan yang ada di Info Taruna Samarinda (ITS).
Para relawan ini akan bergabung dengan platform tersebut dan menjadi pengantar produk yang dibeli melalui aplikasi Behambinan.
“Kami lakukan uji coba terlebih dahulu, selama sepekan kedepan. Kita lihat perkembangannya bagaimana. Tak hanya platform lingkaran, jika ojek online yang mau bergabung, silahkan. Tapi, kami tidak bisa secara bisnis to bisnis (btb) untuk kerjsama dengan salah satu ojek online. Intinya satu minggu sebelum puasa, kita sudah launching aplikasi Behambinan ini ke masyarakat,” tutup Suparmin. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur