Dirinya berharap bimtek kali ini dapat merangsang para pelaku UMKM agar dapat berpikir dengan perspektif baru dan selalu menanamkan kesadaran dalam diri terkait masalah sampah. “Kami ingin mengajari mereka (pelaku UMKM) untuk mengolah sampah anorganik, contohnya koran dijadikan tas packaging produk jualan mereka,” kata Faisal lagi
Pemateri yang hadir dalam kegiatan bimtek tersebut tidak dibayar sama sekali. “Mereka murni datang ke sini untuk mengabdi,” ungkapnya.
Asep Sunarya mengaku kalau memang kehadirannya murni atas inisiatif sendiri. “Saya di sini ingin memberikan inspirasi berupa material alternatif untuk packaging produk mereka,” ucapnya.
Asep mengemukakan beberapa outlet makanan di Samarinda mulai menggunakan bahan seperti paper bag untuk kemasan produk mereka. Hal ini menurutnya baik karena limbah kertas jauh lebih ramah lingkungan dan mudah untuk didaur ulang.
Namun, harga bahan yang biasa dibeli di toko kertas tersebut terbilang cukup mahal dan memaksa para pelaku bisnis untuk menambah kocek lebih dalam. Sebagai solusinya, Asep pun menunjukkan salah satu karyanya. Tas yang terbuat dari limbah koran bekas. “Dengan mengalihfungsikan limbah koran menjadi tas packaging, maka akan sangat membantu mengurai permasalahan sampah,” sebut Asep. (*)
Penulis: */Meiliana
Editor: Aspian Nur
Dirinya berharap bimtek kali ini dapat merangsang para pelaku UMKM agar dapat berpikir dengan perspektif baru dan selalu menanamkan kesadaran dalam diri terkait masalah sampah. “Kami ingin mengajari mereka (pelaku UMKM) untuk mengolah sampah anorganik, contohnya koran dijadikan tas packaging produk jualan mereka,” kata Faisal lagi
Pemateri yang hadir dalam kegiatan bimtek tersebut tidak dibayar sama sekali. “Mereka murni datang ke sini untuk mengabdi,” ungkapnya.
Asep Sunarya mengaku kalau memang kehadirannya murni atas inisiatif sendiri. “Saya di sini ingin memberikan inspirasi berupa material alternatif untuk packaging produk mereka,” ucapnya.
Asep mengemukakan beberapa outlet makanan di Samarinda mulai menggunakan bahan seperti paper bag untuk kemasan produk mereka. Hal ini menurutnya baik karena limbah kertas jauh lebih ramah lingkungan dan mudah untuk didaur ulang.
Namun, harga bahan yang biasa dibeli di toko kertas tersebut terbilang cukup mahal dan memaksa para pelaku bisnis untuk menambah kocek lebih dalam. Sebagai solusinya, Asep pun menunjukkan salah satu karyanya. Tas yang terbuat dari limbah koran bekas. “Dengan mengalihfungsikan limbah koran menjadi tas packaging, maka akan sangat membantu mengurai permasalahan sampah,” sebut Asep. (*)
Penulis: */Meiliana
Editor: Aspian Nur