“Biasanya saat panen itu mampu menghasilkan omzet sekitar Rp15 juta sampai Rp30 juta dan tidak serta merta harus memiliki lahan yang luas. Asal ditekuni dan dikerjakan, pasti bisa mendapat keuntungan. Selain itu dengan bertani juga kita bisa memiliki sayuran untuk dikonsumsi sendiri tanpa harus membeli,” kata mantan Ketua Kelompok Tani Sindo Muncul Blitar ini, Jumat kemarin (21/2/2020).
Pria yang memang mempunyai hobi bertani sejak kecil ini memanfaatkan lahan yang dimilikinya untuk ditanami berbagai tanaman seperti cabai, mentimun, pare, terong, kacang dan juga buah-buahan. Ia juga membuat kolam kecil untuk memelihara ikan sebagai hiburan di sela kesehariannya dalam bertani.
“Sangat disayangkan apabila bidang pertanian ini tidak maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Jangan malu untuk bertani, dan untuk generasi muda di Kutai Barat ini marilah kita majukan sektor pertanian yang ada di Bumi Tanaa Purai Ngeriman ini,” pungkasnya. (*)
Penulis : */MY Handayan
Editor : Hendra
“Biasanya saat panen itu mampu menghasilkan omzet sekitar Rp15 juta sampai Rp30 juta dan tidak serta merta harus memiliki lahan yang luas. Asal ditekuni dan dikerjakan, pasti bisa mendapat keuntungan. Selain itu dengan bertani juga kita bisa memiliki sayuran untuk dikonsumsi sendiri tanpa harus membeli,” kata mantan Ketua Kelompok Tani Sindo Muncul Blitar ini, Jumat kemarin (21/2/2020).
Pria yang memang mempunyai hobi bertani sejak kecil ini memanfaatkan lahan yang dimilikinya untuk ditanami berbagai tanaman seperti cabai, mentimun, pare, terong, kacang dan juga buah-buahan. Ia juga membuat kolam kecil untuk memelihara ikan sebagai hiburan di sela kesehariannya dalam bertani.
“Sangat disayangkan apabila bidang pertanian ini tidak maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Jangan malu untuk bertani, dan untuk generasi muda di Kutai Barat ini marilah kita majukan sektor pertanian yang ada di Bumi Tanaa Purai Ngeriman ini,” pungkasnya. (*)
Penulis : */MY Handayan