KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, selama November 2019, nilai ekspor Kaltim mencapai 1,27 miliar Dolar Amerika Serikat. Angka tersebut menurut Kepala BPS Kaltim Anggoro Widjojo, turun sebesar 6,38 persen dibanding nilai ekspor Kaltim Oktober 2019. “Dibanding November tahun lalu (2018) juga turun. Berkisar 17,45 persen,” kata Anggoro saat pers rilis di Kantor BPS Kaltim Jalan Kemakmuran Samarinda Kamis (2/1/2020) kemarin.
Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya, karena ekspor Kaltim masih mengandalkan sektor ekstraktif, baik minyak dan gas (migas) dan utamanya batubara. Sektor pertambangan menyumbang hingga 74,5 persen dari total nilai ekspor. Sementara migas menyumbang 15,21 persen. Dua jenis komoditas tersebut, kata Anggoro sangat bergantung terhadap fluktuasi harga pasar, khususnya internasional. “Tiongkok kan mulai ada penerapan pembatasan impor kan. Begitu juga di India. Jadi ya walaupun terbilang masih tinggi, tapi trennya turun,” paparnya.












