Direktur Keuangan dan Administrasi PT Jasa Marga Balikpapan Samarind, Andik Supriatno mengatakan, jumlah pelintas jalan Balikpapan - Samarinda mencapai 13 ribu kendaraan setiap hari.
“Itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan 2017 lalu. Kalau di Tol Balsam, kami perkirakan ada 10 ribu kendaraan yang melintas setiap hari,” kata Andik, Jumat (20/12).
Tak hanya itu, PT Jasa Marga baru akan merasakan keuntungan setelah Tol Balsam beroperasi selama 20 tahun. Mengingat 70 persen pendanaan bersumber dari utang atau Rp3 triliun dari pemegang saham.
“Kita pinjam dan 15 tahun harus kembali. Jadi jalan tol ini puasa keuntungannya lama. Pengembalian modal bisa sampai 20 tahun dibanding jalan tol lainnya di Indonesia,” ungkapnya.
Tol Balsam memiliki masa konsesi selama 40 tahun. Dengan nilai investasi di seksi 2, 3 dan 4 hampir mencapai Rp9,9 triliun. Sedangkan seksi 1 dan 5 hampir mencapai Rp3 triliun. Sehingga total investasi mencapai Rp12 triliun.
“Nanti konsesi ini dikembalikan kepada pemerintah. Pemerintah siapa? Bukan tidak mungkin pemerintah di sini sebagai punya otoritas,” sebutnya.
Selain persyaratan pembangunan, juga ada syarat standar pelayanan minimum yang harus dipenuhi dalam operasional Tol Balsam. Tarif pun akan ditinjau setiap dua tahun.
“Prasyarat ini harus dipenuhi seperti kondisi jalan tol, aksesilibitas, mobilitas, keselamatan sampai tempat istirahat itu ada masjid, tenant sudah ada,” pungkas Andik.
Penulis: */Hendra
Editor: M. Huldi
Direktur Keuangan dan Administrasi PT Jasa Marga Balikpapan Samarind, Andik Supriatno mengatakan, jumlah pelintas jalan Balikpapan - Samarinda mencapai 13 ribu kendaraan setiap hari.
“Itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan 2017 lalu. Kalau di Tol Balsam, kami perkirakan ada 10 ribu kendaraan yang melintas setiap hari,” kata Andik, Jumat (20/12).
Tak hanya itu, PT Jasa Marga baru akan merasakan keuntungan setelah Tol Balsam beroperasi selama 20 tahun. Mengingat 70 persen pendanaan bersumber dari utang atau Rp3 triliun dari pemegang saham.
“Kita pinjam dan 15 tahun harus kembali. Jadi jalan tol ini puasa keuntungannya lama. Pengembalian modal bisa sampai 20 tahun dibanding jalan tol lainnya di Indonesia,” ungkapnya.
Tol Balsam memiliki masa konsesi selama 40 tahun. Dengan nilai investasi di seksi 2, 3 dan 4 hampir mencapai Rp9,9 triliun. Sedangkan seksi 1 dan 5 hampir mencapai Rp3 triliun. Sehingga total investasi mencapai Rp12 triliun.
“Nanti konsesi ini dikembalikan kepada pemerintah. Pemerintah siapa? Bukan tidak mungkin pemerintah di sini sebagai punya otoritas,” sebutnya.
Selain persyaratan pembangunan, juga ada syarat standar pelayanan minimum yang harus dipenuhi dalam operasional Tol Balsam. Tarif pun akan ditinjau setiap dua tahun.
“Prasyarat ini harus dipenuhi seperti kondisi jalan tol, aksesilibitas, mobilitas, keselamatan sampai tempat istirahat itu ada masjid, tenant sudah ada,” pungkas Andik.
Penulis: */Hendra
Editor: M. Huldi