“Jadi sistem transaksi kalau dibahasa tol itu sistem tertutup atau tarif tol itu proporsional atau sesuai jarak. Untuk periode awal ini masih gratis namun pengguna jalan diminta untuk typing in dan typing out tanpa tarif tol,” kata Yoga, Selasa malam (17/12).
Penyiapan uang elektronik agar masyarakat tidak kagok ketika seluruh ruas tol telah tersambung. Dia juga meminta pengguna tol menggunakan kartu uang elektronik yang sama agar dikenali mesin pembaca.
Jadi, mesin akan membaca gerbang asal ketika kartu tersebut ditempel. Lalu ketika di-typing pada gardu keluar, mesin lain akan membaca asal gerbang dan pengenaan tarif.
“Walau sekarang masih gratis atau nol rupiah. Kita informasikan di sini, gunakan kartu e-toll yang sama saat masuk dan saat keluar,” jelasnya lagi.
Untuk ketersediaan kartu tol elektronik ini, Jasa Marga sudah bekerja sama dengan BI Balikpapan dan BI Samarinda yang melibatkan lima bank yakni BNI, BRI, Mandiri, BTN dan BCA.
Direktur Keuangan dan administrasi PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda (JBS) Andik Supriatno menambahkan, sebelum dibuka umum gerbang tol Samarinda -Balikpapan (Palaran-Samboja), pihaknya akan melakukan uji coba kembali.
“Insya Allah, Kamis sudah bisa kita operasikan untuk umum, gratis sampai ada keputusan dari Kementerian PUPR,” tuturnya.
Andik menambahkan, jika sudah ditetapkan pemberlakuan tarif, maka ruas tol Sambaoja -Palaran akan dikenakan tarif sekitar Rp70 ribu.
“Tarif Rp1.000 per kilometer. Kalau sistem tertutup didasarkan jarak. Soal kapan tarif diberlakukan tunggu keputusan dari pusat,” pungkasnya.
Penulis: */Hendra
Editor: M. Huldi
“Jadi sistem transaksi kalau dibahasa tol itu sistem tertutup atau tarif tol itu proporsional atau sesuai jarak. Untuk periode awal ini masih gratis namun pengguna jalan diminta untuk typing in dan typing out tanpa tarif tol,” kata Yoga, Selasa malam (17/12).
Penyiapan uang elektronik agar masyarakat tidak kagok ketika seluruh ruas tol telah tersambung. Dia juga meminta pengguna tol menggunakan kartu uang elektronik yang sama agar dikenali mesin pembaca.
Jadi, mesin akan membaca gerbang asal ketika kartu tersebut ditempel. Lalu ketika di-typing pada gardu keluar, mesin lain akan membaca asal gerbang dan pengenaan tarif.
“Walau sekarang masih gratis atau nol rupiah. Kita informasikan di sini, gunakan kartu e-toll yang sama saat masuk dan saat keluar,” jelasnya lagi.
Untuk ketersediaan kartu tol elektronik ini, Jasa Marga sudah bekerja sama dengan BI Balikpapan dan BI Samarinda yang melibatkan lima bank yakni BNI, BRI, Mandiri, BTN dan BCA.
Direktur Keuangan dan administrasi PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda (JBS) Andik Supriatno menambahkan, sebelum dibuka umum gerbang tol Samarinda -Balikpapan (Palaran-Samboja), pihaknya akan melakukan uji coba kembali.
“Insya Allah, Kamis sudah bisa kita operasikan untuk umum, gratis sampai ada keputusan dari Kementerian PUPR,” tuturnya.
Andik menambahkan, jika sudah ditetapkan pemberlakuan tarif, maka ruas tol Sambaoja -Palaran akan dikenakan tarif sekitar Rp70 ribu.
“Tarif Rp1.000 per kilometer. Kalau sistem tertutup didasarkan jarak. Soal kapan tarif diberlakukan tunggu keputusan dari pusat,” pungkasnya.
Penulis: */Hendra
Editor: M. Huldi