Disperindagkop sudah mengundang beberapa instansi terkait untuk membahas peningkatan ekspor seiring makin diminatinya pisang kepok oleh pasar luar negeri “Kami sudah mengundang Dinas Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Pertambangan untuk menyampaikan perkembangan ekspor ini,” paparnya.
Dalam perkembangannya, pisang kepok di eskpor ke negara tetangga Malaysia. Permintaan yang cukup tinggi membuat para petani sempat kewalahan hingga mencari tambahan pisang ke beberapa kabupaten/kota di Kaltim.
Terpisah, Kepala Seksi Pelayanan Operasional Balai Karantina Kelas I Samarinda Muthohar Udin menilai fenomena permintaan ekspor pisang kepok sangat positif. Karena itu mereka siap memfasilitasi barang-barang yang akan di ekspor ke luar negeri dengan cara menyesuaikan persyaratan dan permintaan dari negara asal. “Kami cek kesesuaian dengan persyaratan negara asal, kami sertifikasi di situ. Untuk pisang kepok sendiri sudah tiga kali ekspor ke Malaysia,” kata Muthohar.
Muthohar berharap permintaan ekspor buah pisang ini mendorong minat para petani di Kaltim untuk kembali menanam pisang dan tidak hanya fokus ke kelapa sawit dan komoditas pertanian lainnya. Selain juga dibutuhkan dukungan dinas terkait agar para petani memproduksi sebanyak-banyaknya pisang kepok karena peluang ekspor ke Malaysia sangat menjanjikan. (*)
Penulis: */Fairus
Editor: Aspian Nur
Disperindagkop sudah mengundang beberapa instansi terkait untuk membahas peningkatan ekspor seiring makin diminatinya pisang kepok oleh pasar luar negeri “Kami sudah mengundang Dinas Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Pertambangan untuk menyampaikan perkembangan ekspor ini,” paparnya.
Dalam perkembangannya, pisang kepok di eskpor ke negara tetangga Malaysia. Permintaan yang cukup tinggi membuat para petani sempat kewalahan hingga mencari tambahan pisang ke beberapa kabupaten/kota di Kaltim.
Terpisah, Kepala Seksi Pelayanan Operasional Balai Karantina Kelas I Samarinda Muthohar Udin menilai fenomena permintaan ekspor pisang kepok sangat positif. Karena itu mereka siap memfasilitasi barang-barang yang akan di ekspor ke luar negeri dengan cara menyesuaikan persyaratan dan permintaan dari negara asal. “Kami cek kesesuaian dengan persyaratan negara asal, kami sertifikasi di situ. Untuk pisang kepok sendiri sudah tiga kali ekspor ke Malaysia,” kata Muthohar.
Muthohar berharap permintaan ekspor buah pisang ini mendorong minat para petani di Kaltim untuk kembali menanam pisang dan tidak hanya fokus ke kelapa sawit dan komoditas pertanian lainnya. Selain juga dibutuhkan dukungan dinas terkait agar para petani memproduksi sebanyak-banyaknya pisang kepok karena peluang ekspor ke Malaysia sangat menjanjikan. (*)
Penulis: */Fairus
Editor: Aspian Nur