Untuk itulah Bekraf bersama BNI dan BRI menggelar seminar business matching di Grand Ballroom Aston Hotel Samarinda. Tema yang diangkat mengenai KUR Syariah dan diikuti sekitar 150 pengusaha.
Seminar ini menjadi ajang pertemuan pengusaha pemula dengan perwakilan lembaga keuangan untuk melakukan kesepakatan terkait proses permodalan. Pengusaha tak perlu tertekan dengan suasana formal di bank dalam kondisi normal terkait usulan atau pengajuan KUR. Bahkan bisa langsung mengajukan usulan KUR saat itu juga jika memenuhi syarat.
Agar jauh dari kesan formal, perwakilan perbankan duduk satu meja dengan peserta untuk mendiskusikan semua hal terkait kondisi dan persyaratan mendapatkan KUR. “Termasuk bagaimana cara menyusun proposal pengembangan usaha. Karena proposal yang baik menandakan keseriusan berusaha,” ucapnya.
Dirinya berharap para peserta menggunakan materi yang dikuasai secara maksimal guna menggali ilmu sebanyak-banyaknya dalam pengembangan usaha dari modal berbasis syariah.
“Peserta juga mampu memanfaatkan kesempatan memperluas jaringan sesama pengusaha,” katanya.
Tak hanya soal bantuan modal, peserta juga memeroleh pengetahuan untuk mengembangkan usaha serta memaksimalkan modal yang minim dan pengelolaan keuangan secara gampang hingga cara menghadapi persaingan.
“Usaha bukan semata soal keuntungan. Tapi juga soal kerja sama dan bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik. Disini terangkum semua. Tujuan utamanya, tentu saja mendapatkan SDM pengusaha mumpuni, yang mampu bersaing di level tertinggi,” pungkasnya. (*)
Penulis : */Adhi Abdhian
Editor : Hendra
Untuk itulah Bekraf bersama BNI dan BRI menggelar seminar business matching di Grand Ballroom Aston Hotel Samarinda. Tema yang diangkat mengenai KUR Syariah dan diikuti sekitar 150 pengusaha.
Seminar ini menjadi ajang pertemuan pengusaha pemula dengan perwakilan lembaga keuangan untuk melakukan kesepakatan terkait proses permodalan. Pengusaha tak perlu tertekan dengan suasana formal di bank dalam kondisi normal terkait usulan atau pengajuan KUR. Bahkan bisa langsung mengajukan usulan KUR saat itu juga jika memenuhi syarat.
Agar jauh dari kesan formal, perwakilan perbankan duduk satu meja dengan peserta untuk mendiskusikan semua hal terkait kondisi dan persyaratan mendapatkan KUR. “Termasuk bagaimana cara menyusun proposal pengembangan usaha. Karena proposal yang baik menandakan keseriusan berusaha,” ucapnya.
Dirinya berharap para peserta menggunakan materi yang dikuasai secara maksimal guna menggali ilmu sebanyak-banyaknya dalam pengembangan usaha dari modal berbasis syariah.
“Peserta juga mampu memanfaatkan kesempatan memperluas jaringan sesama pengusaha,” katanya.
Tak hanya soal bantuan modal, peserta juga memeroleh pengetahuan untuk mengembangkan usaha serta memaksimalkan modal yang minim dan pengelolaan keuangan secara gampang hingga cara menghadapi persaingan.
“Usaha bukan semata soal keuntungan. Tapi juga soal kerja sama dan bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik. Disini terangkum semua. Tujuan utamanya, tentu saja mendapatkan SDM pengusaha mumpuni, yang mampu bersaing di level tertinggi,” pungkasnya. (*)
Penulis : */Adhi Abdhian
Editor : Hendra